Dua orang polisi ditembak di Ferguson

Sumber gambar, Reuters
Dua orang polisi ditembak di kota Ferguson, negara bagian Missouri, Amerika Serikat dalam sebuah protes yang terjadi di depan kantor mereka.
Salah satu dari polisi itu ditembak di wajah, sementara yang lainnya terluka di bahu, demikian pernyataan polisi St Louis County, Jon Belmar.
Keduanya mengalami "luka tembak yang amat serius" tetapi masih dalam keadaan sadar.
Penembakan ini terjadi dalam sebuah protes yang terjadi sesudah pengunduran diri Kepala Polisi Ferguson, Thomas Jackson, menyusul sebuah laporan federal yang menuduh kepolisian kota itu dijalankan berdasarkan bias rasial.
Para pemrotes berkumpul di luar markas polisi Ferguson hari Rabu (11/03) waktu setempat. Awalnya protes itu berjalan relatif tenang.
Namun tak lama sesudah tengah malam, setidaknya tiga kali terdengar letusan senjata saat kerumunan pemrotes mulai membubarkan diri, kata Belmar.

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, EPA
Sengaja ditembak
Ia menduga bahwa, "tembakan ini memang sengaja diarahkan kepada anggota-anggota polisi" ketimbang polisi-polisi itu terkena peluru nyasar.
Salah seorang pemrotes, Keith Rose, menyatakan bahwa ia melihat seorang anggota polisi "berlumuran darah", dan polisi yang lain membawa dan menyeretnya, meninggalkan jejak darah di tanah.
Polisi kemudian menahan para pemrotes di lokasi guna meminta pernyataan mereka.
Para pemrotes itu berkumpul untuk meminta aksi lebih lanjut terhadap laporan federal tersebut, serta lebih banyak pengunduran diri di kepolisian kota itu.
Kepala Polisi Thomas Jackson merupakan polisi keenam yang dipecat atau mengundurkan diri.
Kepolisian kota Ferguson dikritim dengan keras sesudah <link type="page"><caption> penembakan terhadap remaja Michael Brown</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140816_dunia_michaelbrown_penembakan" platform="highweb"/></link> bulan Agustus tahun lalu.










