Penembak polisi New York tulis pesan di media sosial

Sumber gambar, AP
Pria yang menembak mati dua polisi di New York menulis "lihat apa yang akan saya lakukan" sebelum melakukan serangan, menurut keterangan polisi.
Ismaaiyl Brinsley, 28 tahun, memiliki catatan kekerasan dan kondisi mental yang tidak stabil.
Dia menulis pesan di media sosial dan mengatakan dia akan membunuh petugas polisi untuk membalas kematian <link type="page"><caption> Eric Garner, seorang pria kulit hitam </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141214_dunia_pawai_washington" platform="highweb"/></link>yang tewas ketika polisi kulit putih menahan dia.
Brinsley menembak mereka ketika berada duduk di dalam mobil patroli di Brooklyn, lalu melarikan ke stasiun kereta bawah tanah dan dilaporkan menembak dirinya sendiri.
Upacara berkabung dengan menyalakan lilin telah dilakukan di New York, untuk mengenang dua petugas polisi Liu Wenjin and Raphael Ramos.

Sumber gambar, EPA
Rev Al Sharpton, aktivis hak sipil terpandang, mengatakan keluarga Garner tidak memiliki kaitan dengan pria bersanjata itu dan menyebut pembunuhan itu sebagai <link type="page"><caption> tindakan "yang patut dicela"</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141221_newyork_polisi_obama" platform="highweb"/></link>.

Sumber gambar, Reuters
Pemimpin komunitas telah menyerukan perdamaian dan Wali Kota New York, Bill de Blasio, telah memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh kota.
Kepala detektif Robert Boyce mengatakan Brinsley "tidak memiliki catatan radikalisasi" tetapi "seringkali melakukan kekerasan".
Brinsley, 28 tahun, pernah ditahan setidaknya 19 kali dan memiliki masa kecil yang penuh dengan kekerasan, yang membuat ibunya takut kepadanya, seperti kata polisi.









