Pembunuhan polisi: NY serukan penyelidikan independen

ny_case

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Samaria Rice menuntut polisi pembunuh anaknya dihukum

Jaksa Agung New York meminta gubernur untuk memberikan kewenangan menyelidiki dan menuntut polisi setempat yang membunuh warga sipil tak bersenjata.

Eric Schneiderman menyebutkan peninjauan independen kasus semacam itu akan 'memulihkan kepercayaan' terhadap sistem peradilan.

Sementara itu, keluarga seorang anak Ohio umur 12 yang dibunuh oleh polisi bulan lalu telah menyerukan agar petugas itu diadili.

Protes terhadap pembunuhan oleh polisi terhadap laki-laki hitam tak bersenjata terus berlangsun pada hari Minggu (07/12) dan berbuntut kekerasan di California.

Sementara demonstrasi di Miami, Minneapolis, Philadelphia dan New York City, berlangsung damai.

Para pengunjuk marah oleh berbagai pembunuhan, termasuk Eric Garner, yang tewas dicekik di New York, dan Michael Brown, yang ditembak mati oleh seorang polisi di Ferguson.

Dalam kedua kasus itu juri memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan pidana terhadap polisi kulit putih yang merupakan pelakunya.

ny_case

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Protes masih terus berlangsung di mana-mana di berbagai kota.

"Peristiwa-peristiwa mengerikan seputar kematian Eric Garner telah memunculkan krisis kepercayaan yang mendalam pada sejumlah elemen dasar sistem peradilan pidana kita," kata Schneiderman dalam sebuah pernyataan.

Ibu Tamir angkat suara

Jaksa Agung New York telah meminta Gubernur Andrew Cuomo menandatangani sebuah perintah eksekutif yang memberi kewenangan kantornya untuk menyelidiki kematian semacam itu.

Schneiderman mengatakan ia tidak ragu bahwa 'mayoritas jaksa lokal' sangat sadar mengenai tugas etis untuk memastikan keadilan ditegakkan dalam setiap kasus," tetapi, tambahnya, masalahnya kini adalah kepercayaan publik.

Hari Senin 8 Desember, Jaksa Agung AS Eric Holder juga mengumumkan pedoman baru yang melarang penegakan hukum dengan profil rasial -keputusan polisi untuk sejumlah tindakan yang didasarkan pada faktor ras.

Unjuk rasa juga berlangsung di sebuah gedung pertokoan di New York, dengan damai.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Unjuk rasa juga berlangsung di sebuah gedung pertokoan di New York, dengan damai.

Sementara itu Samaria Rice -ibu dari Tamir Rice, anak 12 tahun yang ditembak mati pada tanggal 22 November oleh ploisi Cleveland, Ohio- berbicara secara terbuka untuk pertama kalinya dan menuntut agar polisi yang menembak anaknya dihukum.

Tamir Rice -yang sedang memegang pistol mainan- ditembak dua kali dan kemudian meninggal di rumah sakit.

Polisi menanggapi panggilan darurat yang melaporkan adanya orang yang membawa pistol di dekat taman bermain. CCTV video dari daerah yang dirilis oleh polisi menunjukkan Tamir ditembak dalam hitungan detik setelah kendaraan polisi berhenti di dekatnya.