Pria bersenjata bunuh dua polisi New York

Sumber gambar, EPA
Seorang pria bersenjata menembak dua polisi yang tengah duduk di dalam mobil patroli di New York hingga tewas, sebelum melakukan bunuh diri.
Komisioner di departemen polisi New York, Bill Bratton, mengatakan petugas tersebut "menjadi target karena seragam mereka'.
Bratton mengatakan sebelum penembakan terhadap dua polisi itu "tak ada peringatan, tidak ada provokasi - dan mereka dibunuh dengan mudah".
Menurut keterangan resmi, setelah membunuh dua polisi, pria bersenjata itu berlari ke dalam stasiun kereta bawah tanah terdekat, lalu bunuh diri.
Polisi telah membuat garis batas di area dekat lokasi penembakan dan menutup akses bagi pejalan kaki.
Dua polisi yang tewas bernama Liu Wenjin dan Raphael Ramos.
Sementara pria bersenjata diidentifikasi sebagai Ismaaiyl Brinsley, 28 tahun.
Kasus penembakan polisi, terakhir terjadi di New York pada 2011 lalu.
Penembakan itu terjadi di tengah siuasi mencekam akibat kemarahan warga di sejumlah tempat, akibat <link type="page"><caption> keputusan dewan juri pengadilan </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141205_amerika_serikat_demonstrasi.shtml" platform="highweb"/></link>yang membebaskan seorang polisi berkulit putih - dalam kasus dugaan pembunuhan pria kulit hitam.
Keputusan itu memicu demonstrasi di sejumlah tempat dan meningkatkan ketegangan antara polisi dan komunitas Afrika Amerika.









