Serangan bom lagi di Nigeria, 78 lebih tewas

Sumber gambar, AFP
Nigeria kembali dihantam serangan teroris, kali ini di kota Maiduguri, Nigeria Utara, dengan dua ledakan yang menyebabkan jatuhnya lebih dari 78 korban jiwa, seperti diungkapkan para petugas rumah sakit.
Para saksi mata mengatakan salah satu ledakan, Selasa 25 November, menyerang sebuah pasar yang sibuk setelah para penyerang menaruh bom di tubuh seorang perempuan setempat yang menderita gangguan jiwa.
Serangan pertama disebutkan menewaskan tiga orang dan ketika orang berupaya membantu korban, bom kedua meledak, yang disebutkan disebabkan seorang penyerang perempuan lain.
Wartawan BBC di kota Lagos, Tomi Oladipo, melaporkan belum ada pihak yang bertanggung jawab atas kedua serangan tersebut namun pasar di Maiduguri juga pernah diserang kelompok militan Boko Haram.
Boko Haram juga menggunakan perempuan sebagai pembom bunuh diri dalam aksi terornya belakangan ini.

Sumber gambar, AP
Rangkaian serangan kekerasan belakangan ini meningkat di Nigeria, antara lain serangan atas pedagang ikan di <link type="page"><caption> dekat perbatasan Nigeria dan Chad, yang menewaskan 48 orang.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141123_nigeria_boko_haram_pedagang" platform="highweb"/></link>
Sepekan sebelumnya, <link type="page"><caption> sedikitnya 47 siswa tewas akibat bom bunuh diri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141110_nigeria_bom" platform="highweb"/></link> di sebuah aula sekolah di Potiskum, Nigeria timur.
Pemerintah dan militer Nigeria mendapat kritik karena dianggap gagal menghentikan aksi teror yang sebagian diakui secara terbuka sebagai aksi Boko Haram, yang ingin menerapkan Syariah Islam di negara itu.
Bulan April tahun ini, <link type="page"><caption> kelompok Boko Haram menculik sekitar 200 murid perempuan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140526_nigeria_boko_haram.shtml" platform="highweb"/></link> dari sebuah sekolah di negara bagian Borno dan keberadaan mereka masih belum diketahui hingga saat ini.









