Kesepakatan militer Nigeria dengan Boko Haram

Sumber gambar, AP
Militer Nigeria mengatakan sudah mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok militan Islam, Boko Haram, dan pembebasan 200 murid perempuan yang diculik.
Kesepakatan itu diumumkan Kepala Staf Pertahanan, Alex Badeh, Jumat 17 Oktober.
Boko Haram menculik <link type="page"><caption> sekitar 200 siswa perempuan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140526_nigeria_boko_haram.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> dari kota Chibok</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140526_nigeria_boko_haram.shtml" platform="highweb"/></link> pada Bulan April dan hingga saat ini masih tetap disandera.
Penculikan itu memicu kemarahan dunia internasional, sementara <link type="page"><caption> warga Nigeria menggelar unjuk rasa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140430_nigeria_penculikan" platform="highweb"/></link> menuntut pemerintah bertindak lebih banyak untuk membebaskan para siswa perempuan tersebut.
Pemerintah Nigeria berupaya untuk memberantas perlawanan kelompok militan tersebut namun tidak berhasil.
Alex Badeh mengumumkan kesepakatan dengan Boko Haram -yang dicapai dengan mediasi pemerintah Chad- pada akhir pertemuan keamanan selama tiga hari antara Nigeria dan Kamerun.

Sumber gambar, AFP
"Kesepakatan gencatan senjata tercapai antara Pemerintah Federal Nigeria dan Jama'atu Ahlis Sunna Lidda'awati wal-Jihad (atau Boko Haram)," tegasnya.
Dia menambahkan tentara Nigeria akan mematuhi gencatan senjata tersebut.
Seorang staf kantor kepresidenan mengatakan kepada BBC bahwa pengaturan pembebasan 200 siswa yang diculik akan diselesaikan dalam pertemuan di ibukota Chad, Ndjamena, pekan depan.









