Spanduk Presiden Jonathan diturunkan

Sumber gambar, EPA
Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan, memerintahkan spanduk kampanye bertuliskan Bring Back Jonathan 2015 atau Bawa Kembali Jonathan 2015 diturunkan.
Kampanye itu mendapat kecaman meluas di media sosial karena dianggap meniru tagar Bring Back Our Girls yang ramai di media sosial sebagai upaya untuk membebaskan 200 murid perempuan yang diculik kaum militan.
Pernyataan kantor presiden menyebutkan Goodluck Jonathan dan banyak warga Nigeria yang berpendapat spanduk kampanye untuk pemilihan presiden 2015 itu menyinggung perasaan dan menjijikkan.
Spanduk tersebut dilaporkan terlihat dibanyak tempat di ibukota Abuja.
Hingga saat ini, <link type="page"><caption> sekitar 200 anak perempuan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140415_nigeria_penculikan.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> yang diculik di Chibok,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140415_nigeria_penculikan.shtml" platform="highweb"/></link> negara bagian Borno, pada 14 April lalu itu masih disandera oleh kelompok militan Boko Haram.
Pemerintah Nigeria dikritik oleh para orang tua murid <link type="page"><caption> tidak cukup bertindak untuk menyelamatkan para siswi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140522_nigeria_guru_protes_penculikan.shtml" platform="highweb"/></link> tersebut walau pemerintah menegaskan kembali komitmennya untuk membebaskan sandera.
Tagar Bring Back Our Girls mendapat dukungan meluas dari warga dunia dan juga beberapa tokoh untuk memberi tekanan kepada pemerintah Nigeria agar lebih bertindak aktif.
Selain lewat media sosial, aksi unjuk rasa juga berlangsung di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris.
Para siswi itu diperkirakan disandera di kawasan hutan di dekat perbatasam Nigeria-Kamerun.









