Kaum Syiah di Nigeria dihantam 'serangan bunuh diri'

Kaum Syiah merupakan minoritas di Nigeria dan dituding Boko Haram sebagai non-Muslim

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kaum Syiah merupakan minoritas di Nigeria dan dituding Boko Haram sebagai non-Muslim

Seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di sebuah upacara keagamaan kaum Syiah di kota Potiskum, Nigeria, menewaskan sekitar 20 orang, kata saksi mata kepada BBC.

Pengebom itu bergabung dalam upacara untuk kemudian meledakkan diri, kata para saksi.

Belum ada kelompok yang mengaku melakukan serangan itu, namun kecurigaan jatuh pada kelompok Sunni militan Boko Haram.

Kelompok yang sering menyerang sekolah dan menculik para siswi itu mencela kaum Syiah yang merupakan minoritas di Nigeria, sebagai non-Muslim.

Para saksi mengatakan kepada BBC Hausa, bom meledak ketika orang-orang berjalan beriringan dalam upacara memperingati Asyura, hari penting kaum Syiah, menandai kesyahidan Hussein, cucu Nabi Muhammad, pada tahun 680 AD, di Karbala, Irak.

Seorang petugas polisi di tempat kejadian yang meminta dirahasiakan namanya mengatakan, "Itu kerumunan besar dan banyak korban yang jatuh," lapor kantor berita AFP.

Serangan kedua

Boko Haram mengobarkan pemberontakan di Nigeria sejak tahun 2009, menelan korban tewas untuk tahun ini saja, 2.000 warga sipil, ungkap para aktivis hak asasi.

Mereka berulang kali menyerang orang-orang Kristen dan kelompok Muslim lain.

Ini serangan besar kedua di Potsikum. Bulan Juli lalu terjadi pengeboman terhadap sebuah mesjid terbuka yang menewaskan empat orang, dan Boko Haram diduga sebagai pelakunya.

Potiskum yang terletak di Yobe, salah satu dari tiga negara yang oleh Presiden Goodluck Jonathan diberlakukan keadaan darurat pada Mei 2013, setelah ia menyatakan tekadnya untuk menumpas pemberontakan.

Abubakar Shekau menyebut ratusan siswi yang mereka culik telah masuk Islam dan dinikahkan.

Sumber gambar, afp

Keterangan gambar, Abubakar Shekau menyebut ratusan siswi yang mereka culik telah masuk Islam dan dinikahkan.

Boko Haram meningkatkan serangan sejak itu dan memicu kemarahan global bulan April lalu dengan menculik lebih dari 219 murid perempuan.

Pekan lalu, pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau menyangkal pengakuan pemerintah bahwa kedua belah pihak telah menyepakati gencatan senjata dalam perundingan yang ditengahi Chad.

Abubaka Shekau juga membantah bahwa Boko Haram akan melepaskan para siswi yang mereka culik.

Ia juga mengatakan, seluruh anak perempuan yang sebagian masih di bawah umur itu telah masuk Islam, dan telah menikah dengan para anggota Boko Haram.