Boko Haram paksa sandera perempuan berperang

Sumber gambar, AP
Kelompok militan Islam, Boko Haram, dilaporkan memaksa perempuan yang mereka culik ikut bertarung melawan tentara Nigeria.
Laporan Human Rights Watch, HRW, mengatakan kelompok militan itu sudah menculik sekitar 500 perempuan dewasa dan anak-anak sejak melancarkan pemberontakan tahun 2009 lalu.
Kamis pekan lalu, <link type="page"><caption> mereka menculik 30 perempuan lagi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141023_nigeria_boko_haram" platform="highweb"/></link> walau sebelumnya pemerintah Nigeria mengaku <link type="page"><caption> mencapai </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141017_nigeria_boko_haram" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> gencatan senjata dengan Boko Haram.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141017_nigeria_boko_haram" platform="highweb"/></link>
Boko Haram sudah menyatakan berdirinya kekhalifahan di kawasan-kawasan yang sudah dikuasainya di kawasan timur laut Nigeria.
Kelompok militan ini meningkatkan penculikan atas warga sipil sejak Mei 2103, setelah pemerintah memberlakukan keadaan darurat di tiga negara bagian yang marak dengan pemberontakan Boko Haram, yaitu Borno, Yobe, dan Adamawa.
Laporan HRW ini muncul setelah tiga anak perempuan yang diculik April lalu berhasil melarikan diri dan ketiganya menuturkan pengalaman mereka ke BBC Seksi Hausa.
Bulan April, <link type="page"><caption> Boko Haram menculik sekitar</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140526_nigeria_boko_haram.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> 200 siswa perempuan dari kota Chibok</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140526_nigeria_boko_haram.shtml" platform="highweb"/></link> dan keberadaan mereka masih belum diketahui hingga saat ini.
Kesaksian mantan sandera
Seorang perempuan berusia 19 tahun, yang dikutip di dalam laporan HRW, mengatakan dia disandera selama tiga bulan di sebuah kamp militan dan dalam satu operasi dia diberi pisau untuk membunuh salah seorang dari lima warga sipil penjaga keamanan yang ditangkap Boko Haram.
"Saya gemetar ketakutan dan tidak bisa melakukannya. Istri pemimpin kamp mengambil pisau dan membunuhnya," kenang perempuan itu.
Dalam kesempatan lain, dia dipaksa untuk menemani para militan ke medan perang.
HRW mengatakan mewawancarai 30 perempuan dan anak perempuan yang berhasil melarikan diri atau dibebaskan oleh Boko Haram.
Dalam laporannya, organisasi pegiat hak asasi yang bermarkas di New York itu juga memperkirakan lebih dari 4.000 warga sipil tewas dalam lebih dari 190 serangan sejak Mei 2013.









