Pulang dari Suriah, Remaja Belanda dihadapkan ke pengadilan

monique
Keterangan gambar, Monique, ibu si remaja, memohon di TV agar anaknya kembali dari Suriah dua bulan lalu.

Seorang remaja Belanda yang dibantu ibunya untuk kembali ke negaranya dari Suriah akan muncul di pengadilan karena dicurigai mengancam keamanan negara.

Perempuan remaja berusia 19 tahun dan dikenal dengan nama Aicha itu ditangkap ketika ia kembali ke kota asalnya Maastricht pada hari Rabu (19/11).

Aicha, yang baru-baru ini masuk Islam, diyakini melakukan perjalanan ke markas besar kelompok militan Negara Islam di Ragga, Suriah, untuk menikahi seorang anggota Negara Islam.

Ibunya yang bernama Monique membantunya untuk kembali ke Belanda dan tidak dijadikan tertuduh.

Aicha adalah salah satu dari <link type="page"><caption> sejumlah remaja dan perempuan dewasa Eropa yang pergi ke Suriah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141007_womenisis" platform="highweb"/></link> dan Irak dalam bulan-bulan terakhir ini.

Sejumlah dari mereka diyakini pergi ke sana untuk alasan-alasan ideologis, sementara lainnya dikabarkan menikahi para petempur, termasuk yang bertempur dengan Negara Islam.

Tidak boleh diliput

Pengadilan yang akan berlangsung hari Jumat ini akan dilakukan secara tertutup dan akan menentukan seberapa lama Aicha dapat ditahan.

Jaksa penuntut diduga akan meminta hakim untuk memperpanjang waktu penahanan Aicha sementara mereka memeriksa bukti-bukti.

Pengadilan terbuka diduga akan dilakukan dalam tiga bulan lagi, kata pejabat pengadilan kepada BBC.

Selama itu, Aicha dilarang berbicara kepada anggota keluarganya, kecuali ibunya, dan juga kepada media.

Media massa Belanda melaporkan bahwa Aicha meninggalkan Belanda pada bulan Februari untuk menikahi Omar Yilmaz, seorang petempur Belanda-Turki yang pernah menjadi tentara di militer Belanda.