Jihadis Prancis kedua di video pemenggalan Kassig

Sumber gambar, afp
Presiden Prancis, Francois Hollande, mengatakan ada seorang lagi warga Prancis yang diketahui berada dalam video pembunuhan terhadap mualaf Amerika Abdurrachman Kassig, oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.
Media Perancis, dengan mengutip sumber-sumber resmi yang tak disebutkan namanya, mengatakan orang itu adalah seorang lelaki 22 tahun berasal dari pinggiran timur Paris.
Sebelumnya, menteri dalam negeri Prancis sudah mengungkapkan bahwa salah satu militan dalam video yang dirilis ISIS akhir pekan lalu itu adalah lelaki Prancis dari Normandia bernama <link type="page"><caption> Maxime Hauchard</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141117_perburuan_pembunuh_kassig" platform="highweb"/></link>.
Sekitar 1.000 jihadis Prancis diperkirakan berangkat untuk berperang di Suriah dan Irak.
Peringataan 'Kesiagaan'
Saat berkunjung ke Australia, Presiden Hollande mengatakan kepada wartawan di Canberra bahwa dalam video itu "terdapat dua orang Perancis".
"Satu sudah dipastikan identitasnya dan yang lain dalam proses diidentifikasi," katanya.

Sumber gambar, Getty
Seorang pejabat di kantor kejaksaan Paris, Agnes Thibault-Lecuivre, mengatakan ada "dugaan kuat" bahwa dalam video, itu terdapat pula Michael Dos Santos, 22 tahun dari Champigny-sur-Marne, kota pinggiran Paris, lapor kantor berita AP.
Saluran televisi Prancis France 2 menyebutkan pula bahwa Dos Santos juga telah dikenali oleh seorang temannya yang menyebut bahwa lelaki itu membuat keluarganya kaget ketika ia tiba-tiba masuk Islam.
Presiden Hollande mengatakan sejauh ini aparat Prancis belum bisa menemukan "peran pasti" dua militan itu.
Dia menyerukan agar informasi tentang bahaya situs-situs jihad diinformasikan lebih menyeluruh kepada keluarga-keluarga Prancis, sekaligus menyerukan mereka untuk lebih "siaga" dami menghentikan anak-anak muda yang direkrut oleh ekstremis.
Awal pekan ini, Maxime Hauchard disebut oleh jaksa Perancis sebagai salah seorang militan yang menggiring tahanan Suriah untuk dieksekusi.
Tanpa penutup muka
Dalam video terakhir ISIS yang <link type="page"><caption> menunjukkan pemenggalan Kassig</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141116_dunia_kassig_is" platform="highweb"/></link>, sejumlah militan tampil tanpa mengenakan tutup muka.
Rekaman itu menunjukkan 18 tahanan Suriah, yang mereka sebutkan sebagai tentara, dipaksa untuk berlutut di depan militan sebelum dipenggal.
Orang-orang itu adalah pilot dan perwira yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad, kata kantor berita Reuters.
Kecemasan tentang keterlibatan warga negara Perancis dalam konflik di Suriah dan Irak, meningkat setelah terjadinya serangan bersenjata awal tahun ini di sebuah museum Yahudi di Brussel.
Serangan yang menewaskan empat orang tewas, <link type="page"><caption> dilancarkan oleh Mehdi Nemmouche</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140525_belgia_yahudi" platform="highweb"/></link> 29 tahun, seorang warga Prancis yang pernah bertempur di Suriah.
Perancis memiliki komunitas Muslim terbesar di Eropa Barat di luar Rusia, dan diperkirakan untuk memberikan kontingen terbesar jihadis Barat di Suriah dan Irak.

Sumber gambar, afp

Lebih dari 100 warga Prancis yang berperang di Timur Tengah<link type="page"><caption> telah kembali ke Perancis</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140924_prancis_kecam_turki" platform="highweb"/></link>, dan sebagian besar kini dipidanakan berdsarkan undang-undang terorisme, kata wartawan BBC Lucy Williamson di Paris.
Awal bulan ini, seorang bekas pejihad Prancis yang kembali, dihukum tujuh tahun penjara, pengadilan pertama untuk kasus jenis itu.
Polisi juga mendapat kewenangan tambahan menyita paspor, untuk mencegah orang yang hendak berangkat ke luar negeri untuk bergabung dengan militan.









