Video pemenggalan ISIS muncul lagi

Sumber gambar, Kassig
Sebuah rekaman video yang muncul di internet mengklaim bahwa kelompok milisi Negara Islam telah membunuh seorang pekerja kemanusiaan asal Amerika Serikat bernama Abdul-Rahman Kassig.
Tayangan video tersebut menunjukkan seseorang berdiri di dekat sebuah kepala yang diklaim sebagai Kassig.
Keotentikan video, yang juga menayangkan pembunuhan sekelompok serdadu Suriah tersebut, belum diketahui secara pasti.
Abdul Rahman-Kassig, 26 tahun, ialah seorang <link type="page"><caption> mualaf</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141006_surat_ortu_kassig_sandera_isis" platform="highweb"/></link> yang berasal dari Negara Bagian Indiana, AS.
Orang tua Kassig mengatakan, Abdul-Rahman sedang bekerja untuk organisasi bantuan kemanusiaan yang didirikannya, Tanggap Darurat dan Bantuan Khusus (Special Emergency Response and Assistance SERA), ketika ia disergap ISIS dalam perjalanan ke Deir Ezzor di Suriah timur tahun lalu.

Sumber gambar, AP
Dia pernah bekerja di Libanon, Turki dan Suriah untuk membantuk korban konflik Suriah.
Idealis
Dalam sebuah wawancara sebelum penculikannya, Peter Kassig menggambarkan dirinya sebagai seorang idealis yang menemukan makna dan tujuan dalam bekerja sebagai pekerja kemanusiaan di tengah-tengah kompleksitas konflik Timur Tengah.
Peter Kassig ditampilkan pada akhir video yang menunjukkan kematian <link type="page"><caption> Alan Henning</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141003_hening_dipenggal_isis" platform="highweb"/></link>.
<link type="page"><caption> Orang tua Kassig</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141005_isisi_peterkassig_sandera" platform="highweb"/></link> bulan lalu merilis surat yang ditulis putra mereka yang ditawan.
“Ini adalah hal tersulit yang dilalui seorang pria. Stres dan ketakutan luar biasa. Mereka memberitahu kami bahwa ayah dan ibu telah menelantarkan kami dan tidak peduli. Tapi, tentu kami tahu ayah dan ibu melakukan semua yang bisa dilakukan.
“Jangan khawatir, ayah. Jika saya tiada, saya tidak akan berpikir apapun kecuali yang saya tahu itu benar, bahwa ayah dan ibu mencintai saya lebih dari bulan dan bintang-bintang.”









