Puluhan tersangka pembunuh pasangan Kristen ditangkap

Pakistan

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Jenazah kedua korban dibakar di tempat pembakaran batu bata tempat mereka bekerja.

Polisi Pakistan sudah menangkap 43 tersangka dalam pembunuhan pasangan umat Kristen yang dituduh menghina al-Quran.

Laporan-laporan mengatakan keduanya <link type="page"><caption> dipukuli sampai mati</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141104_pakistan_kristen_dibunuh" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> oleh ratusan warga</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/11/141104_pakistan_kristen_dibunuh" platform="highweb"/></link> di sebuah kota kecil sekitar 60km dari Lahore.

Jenazah pasangan itu kemudian dibakar di sebuah pembakaran batu bata tempat keduanya bekerja.

Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, menyebut pembunuhan brutal itu sebagai hal yang tidak bisa diterima.

Dia menegaskan bahwa negara yang bertanggung jawab tidak bisa mentolerir hukum kelompok kekerasan dan pelakunya akan dibawa ke pengadilan.

Sementara itu sekitar 200 umat Kristen dan pegiat hak asasi menggelar unjuk rasa di Lahore, Rabu 5 November, menentang pembunuhan itu dan mendesak perubahan atas undang-undang penghinaan agama yang mereka anggap berlebihan.

Agama sebagai 'alasan'

Korban pembunuhan diidentifikasi sebagai Shehzad Masih dan istrinya, Shama.

Wartawan BBC di Lahore, Shumaila Jaffrey, melaporkan bahwa di Pakistan tuduhan menghina agama kerap juga digunakan untuk meluapkan kemarahan pribadi atas seseorang.

Pakista

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Unjuk rasa warga Kristen dan pegiat hak asasi mengutuk pembunuhan.

Seorang pemimpin serikat buruh Pakistan, Farooq Tariq, mengatakan kepada BBC bahwa perselisihan sebenarnya menyangkut uang.

"Pemilik tempat pembakaran batu bata itu memberikan nuansa agama dan mereka mengurung perempuan Kristen, Shama, selama dua hari kemudian menyerangnya dengan sekop dan menyiksa suaminya serta membuang mereka ke tempat pembakaran," jelas Tariq.

Menurutnya, kasus ini merupakan penyalahgunaan agama terburuk yang diketahuinya sejauh ini.