Mesir menghancurkan perumahan di Sinai

sinai

Sumber gambar, afp getty

Keterangan gambar, Penduduk di sepanjang perbatasan dengan Palestina diberikan waktu 48 jam untuk pergi.

Mesir mulai menghancurkan rumah-rumah di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza sebagai bagian dari rencana pembuatan wilayah penyangga selebar 500 meter untuk mencegah penyelundupan senjata.

Penduduk yang tinggal di sepanjang perbatasan dengan wilayah Palestina diberikan waktu 48 jam -dan dijanjikan akan diberikan ganti rugi- <link type="page"><caption> untuk meninggalkan rumah mereka.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141028_mesir_gaza" platform="highweb"/></link>

Wilayah penyangga itu termasuk parit berisi air untuk mencegah pemakaian terowongan.

Media Mesir menuduh pemerintah Hamas Gaza membantu milisi di Sina. Hamas menyangkal tuduhan tersebut.

Minggu lalu, lebih dari 30 tentara Mesir tewas karena serangan bom milisi terhadap sebuah pos militer di Sinai.

Setelah pemboman, Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi <link type="page"><caption> meloloskan aturan yang memberikan wewenang bagi militer</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141027_mesir_alsisi_decree" platform="highweb"/></link> untuk melindungi prasarana pemerintah, termasuk pembangkit listrik, jalan utama dan jembatan.

Dia juga menyatakan diterapkannya keadaan darurat tiga bulan di Sinai.

Para pengecamnya mengatakan langkah ini memungkinkan militer kembali turun ke jalan dan mengajukan warga sipil ke pengadian militer.