Mesir umumkan status darurat di Sinai

Presiden Abdul Fattah al-Sisi mengadakan rapat dengan Dewan Pertahanan Nasional setelah serangan terjadi.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Presiden Abdul Fattah al-Sisi mengadakan rapat dengan Dewan Pertahanan Nasional setelah serangan terjadi.

Mesir menetapkan status darurat selama tiga bulan di sebagian wilayah semenanjung Sinai setelah 31 tentara tewas dalam dua serangan pada Jumat (24/10).

Presiden Abdul Fattah al-Sisi juga mengumumkan masa berkabung selama tiga hari atas tragedi yang diduga disebabkan oleh "aksi jihad" di wilayah itu.

Pintu perbatasan antara Mesir dan Gaza di Rafah ditutup, kata televisi negara.

Dua serangan terjadi di lokasi yang berbeda. Satu terjadi di pos pemeriksaan dekat El Arish yang menewaskan 28 tentara dan melukai 28 orang lainnya.

Hingga saat ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab.

Sementara serangan kedua terjadi di pos pemeriksaan pusat kota mengakibatkan tiga orang tentara tewas tertembak.

Ini merupakan kehilangan besar bagi tentara Mesir, yang telah lama <link type="page"><caption> memerangi aksi jihad di bagian utara Sinai. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140916_mesir_sinai.shtml" platform="highweb"/></link>

Wilayah itu sudah menjadi area tanpa hukum sejak Presiden Hosni Mubarak lengser pada 2011 lalu. Kaum militan meningkatkan serangan sejak Presiden Muhammad Morsi digulingkan oleh tentara tahun lalu.