Aksi mogok makan pegiat Mesir

Alaa dan Sanaa Seif

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Alaa dan Sanaa Seif ditahan karena unjuk rasa yang tidak mendapat izin polisi.

Dua pegiat demokrasi Mesir melakukan aksi mogok makan untuk mendesak pembebasan dua anggota keluarga mereka yang ditahan.

Mona Seif, salah seorang pendiri gerakan Bukan Pengadilan Militer Untuk Warga Sipil mengatakan dia dan ibunya bergabung dengan aksi mogok yang dilakukan dua saudaranya -- lelaki dan perempuan-- di tahanan mulai 18 Agustus lalu.

Alaa dan Sanaa Seif ditahan lebih dari dua bulan lalu karena melanggar undang-undang kontroversial <link type="page"><caption> Mesir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/mesir/" platform="highweb"/></link> yang melarang semua unjuk rasa kecuali yang mendapat izin polisi.

Aksi mogok makan Mona dan ibunya, Laila Soueif, diumumkan lewat halaman Facebook, Kamis 4 September.

"Kami akan meneruskan mogok makan ini sampai Alaa dan Sanaa, bersama dengan teman-teman mereka, bisa dibebaskan," tulis Mona dalam pesannya.

Keduanya juga sudah mengirim surat ke Jaksa Agung, Jenderal Hisham Barakata, dan mengharapkan mendapat balasan pada hari Sabtu, seperti dilaporkan Cairo Post.

Ayah mereka -pengacara dan pegiat hak asasi, Ahmed Seif El-Islam- wafat bulan lalu karena masalah jantung.

Alaa Seif diganjar hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar 100.000 EGP atau sekitar Rp14 juta lewat pengadilan in-absentia.

Dia sebenarnya akan menghadiri pengadilan namun sidang dimulai beberapa jam sebelum rencana awal dan begitu vonis diumumkan, dia langsung ditangkap.