Penyerang polisi New York berpaham ekstrim

"Ia mengejar dua polisi itu dan mengayunkan kapak dengan kedua tangannya"

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, "Ia mengejar dua polisi itu dan mengayunkan kapak dengan kedua tangannya"

Polisi New York menyelidiki apakah lelaki yang menyerang dua petugas polisi dengan kapak sebelum ditembak mati terkait dengan ekstremisme Islam.

Salah satu petugas korban serangan itu masih dirawat akibat luka kepala yang serius.

Media AS mengidentifikasi pelaku serangan Kamis (23/10) di Queens itu adalah Zale Thompson, 32, tetapi polisi belum mengukuhkannya.

Sebuah organisasi pemantau kaum Islam radikal, SITE, mengatakan, bulan September lalu lelaki itu pernah menayangkan pernyataan di YouTube dan Facebook, bahwa jihad merupakan "langkah yang dibenarkan untuk melawan penindasan kaum Zionis dan Tentara Salib".

Komisaris William Bratton mengatakan polisi sedang menyelidiki berbagai kemungkinan motif serangan, termasuk terorisme.

"Ini baru (penyelidikan) awal, kami tidak bisa mengatakan ya atau tidak (apakah itu serangan teror)," katanya.

Para saksi mata mengatakan pria itu mengincar petugas patroli yang berjalan kaki, memburunya dan kemudian mengayunkan kapak dengan kedua tangannya,"

Seorang petugas dihantam di kepala dan seorang lagi di lengan.

Para petugas melepaskan sejumlah tembakan, yang menewaskan pelaku dan melukai seorang perempuan yang berada sekitar lokasi, kata polisi.

Petugas berusia 25 tahun yang mengalami luka di kepala dikategorikan kritis tetapi stabil. Sedangkan perempuan pejalan kaki itu keadaanya membaik setelah dirawat karena luka tembak di punggungnya.