Kanada gelar operasi keamanan besar

Sumber gambar, Reuters
Pihak berwenang Kanada mengadakan operasi keamanan skala besar di ibu kota, Ottawa, setelah terjadi tembakan di dua lokasi, termasuk di parlemen.
Seorang penyerang menembak dan membunuh seorang tentara yang menjaga Monumen Peringatan Perang. Kepolisian Kanada menyebutkan semula tentara mengalami luka-luka tetapi kemudian meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya.
Setelah aksi itu, penembak dengan bersenjata senapan lari ke <link type="page"><caption> gedung parlemen</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141022_kanada_penembakan" platform="highweb"/></link>, Rabu (22/10). Di sana ia terlibat tembak menembak dengan polisi.
Kabinet Kanada tengah menggelar pertemuan di gedung itu ketika terdengar tembakan. Penyerang kemudian ditembak mati.
Di tempat terpisah, tembakan juga terjadi di pusat perbelanjaan yang akhirnya dikosongkan.

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, AFPGetty
Perdana Menteri Kanada Steven Harper mengecam serangan yang disebutnya sebagai perbuatan keji.
Kepolisian Ottawa meminta penduduk untuk menjauh dari jendela dan atap rumah.
Di gedung-gedung umum Ottawa orang-orang dilarang keluar masuk, termasuk di perpustakaan dan sekolah.
Pos-pos militer di seluruh penjuru Kanada juga memberlakukan langkah sama. Polisi dan tentara bersenjata menyisir rumah-rumah di pusat kota untuk memburu tersangka kedua.
Pemerintah Kanada sebelumnya menaikkan peringatan terorisme dari rendah menjadi menengah.
Pada Senin (20/10), seorang pria yang baru-baru ini masuk agama Islam ditembak mati oleh polisi di Quebec setelah menabrak dua tentara Kanada. Seorang tentara tewas dan seorang lagi mengalami luka-luka.









