Penyerang parlemen Kanada pernah dibui

Sumber gambar, Reuters
Pelaku penyerangan parlemen Kanada di Ottawa pada Rabu (22/10) waktu setempat pernah dipenjara karena kasus perampokan dan kepemilikan senjata pada 2003.
Beberapa saat setelah <link type="page"><caption> penyerangan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141022_kanada_terorisme_penembakan" platform="highweb"/></link> digagalkan, stasiun televisi <italic>CTV</italic> melaporkan bahwa pelaku bernama Michael Zehaf-Bibeau.
Pria berusia 32 tahun itu pernah dipenjara dan sebelum melakoni penyerangan tengah diselidiki dalam kasus kepemilikan narkotika.
Oleh badan intelijen Kanada, dia dimasukkan ke dalam kategori ‘orang berisiko tinggi’. Oleh karena itu, paspor Bibeau telah disita guna mencegahnya bepergian ke luar negeri.
Perdana Menteri Kanada, Stephen Harper, mengaku aparat keamanan masih menyelidiki apakah Bibeau bertindak sendirian atau memiliki sekutu.
Dalam aksinya, sebagaimana dilaporkan kantor berita <italic>AFP</italic> dan <italic>Associated Press</italic>, Bibeau melepaskan tembakan ke arah seorang serdadu yang menjaga <link type="page"><caption> Monumen Peringatan Perang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141022_kanada_penembakan" platform="highweb"/></link>.

Sumber gambar, AFPGetty
Serdadu itu ialah Kopral Nathan Cirillo, bagian dari kesatuan pasukan penggelar seremoni di kompleks parlemen.
Cirillo mengalami luka-luka tetapi kemudian meninggal dunia akibat cedera yang dideritanya.
Parlemen
Setelah aksi itu, Bibeau berlari dengan membawa senapan ke gedung parlemen yang berjarak beberapa ratus meter.
Sejumlah saksi mata menggambarkan Bibeau sebagai seorang pria yang berpakaian serba hitam dan wajahnya setengah tertutup oleh sehelai kain.
Setelah sempat baku tembak dengan penjaga keamanan di parlemen, Bibeau tewas akibat peluru yang dilepaskan Sersan Kevin Vickers.
Saat berita ini diturunkan, Kepolisian Ottawa telah mencabut blokade di pusat kota.
“Investigasi polisi di pusat kota telah menyimpulkan bahwa tidak ada ancaman terhadap keselamatan publik di area tersebut. Namun, operasi polisi masih berlanjut di kompleks parlemen. Dengan demikian, wilayah itu tidak bisa dimasuki publik,” sebut pernyataan resmi Kepolisian Ottawa.









