Penembakan Ottawa: Parlemen dibuka lagi

Sumber gambar, Reuters
Parlemen Kanada dibuka kembali dengan sorak-sorai dan tepuk tangan untuk Sersan Kevin Vickers, sehari setelah dia menembak mati seorang pria bersenjata yang mengamuk di parlemen.
Pria itu berlari ke kompleks parlemen di Ottawa pada hari Rabu (22/10), setelah menembak mati seorang tentara di tugu peringatan perang nasional Kanada.
Perdana Menteri Stephen Harper mengatakan kepada parlemen bahwa warga Kanada tidak akan takut.
Pemimpin oposisi Justin Trudeau mengatakan para anggota parlemen ingin menunjukkan mereka kuat dan penuh harapan, tidak takut dan kacau.
Orangtua dari pelaku penyerangan (Michael Zahaf Bibeau) mengungkap rasa belasungkawa mereka kepada keluarga tentara yang tewas.
Ibu dari pria yang dituduh merupakan pelaku penyerangan mengatakan ia menangis untuk korban penembakan, bukan untuk anaknya.
Susan Bibeau mengatakan dia tidak tahu harus berkata apa kepada mereka yang terluka dalam serangan tersebut.
Putranya, <link type="page"><caption> Michael Zehaf-Bibeau</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141023_world_kanada_penyerang" platform="highweb"/></link>, berusia 32 tahun dan pernah dipenjara.
Sebelum melakoni penyerangan ia tengah diselidiki dalam kasus kepemilikan narkotika.









