Obama berhak perang dengan DI tanpa persetujuan Kongres

di

Sumber gambar, bbc

Keterangan gambar, Milisi DI atau ISIS telah menguasasi wilayah besar Suriah dan Irak dalam beberapa bulan terakhir.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan dirinya berwewenang untuk memperluas aksi militer terhadap milisi Daulah Islamiyah tanpa persetujuan Kongres.

Tetapi dia akan tetap meminta Kongres untuk menyepakati langkah mempersenjatai pasukan oposisi Suriah.

Obama dijadwalkan memberikan pidato Rabu 10 September untuk menjelaskan strategi anti DI.

<link type="page"><caption> Milisi DI atau ISIS</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/lapsus_daulah_islamiyah.shtml" platform="highweb"/></link> telah menguasasi banyak wilayah Suriah dan Irak dalam beberapa bulan terakhir dan menyatakan berdirinya kekhalifahan.

Dalam sebulan terakhir, milisi DI memenggal dua wartawan AS untuk memprotes serangan udara Amerika terhadap milisinya di Irak.

Sementara itu Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengunjungi Timur Tengah sebagai usaha untuk membentuk dukungan kawasan bagi koalisi mengatasi DI.

Kerry mengunjungi Yordania dan Arab Saudi untuk berbicara dengan para pejabat dari 10 negara Arab dan Turki.

Duta besar Saudi untuk Inggris, Pangeran Mohammed bin Nawaf, sudah menolak pandangan pemeritahannya mendukung atau mendanai DI.

"Adalah rendahnya keterlibatan dunia yang membuka jalan bagi gerakan terkait terorisme berkembang di dalam Suriah, dan sekarang di Irak," katanya.