Segala aksi mungkin untuk Irak, kata Obama

baghdad

Sumber gambar, ap

Keterangan gambar, Warga Irak berkumpul di pos militer Baghdad untuk bersama-sama memerangi milisi.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan pemerintahannya mengkaji 'semua kemungkinan' termasuk aksi militer untuk membantu Irak mengatasi militan Islam.

Dia menambahkan <link type="page"><caption> Amerika Serikat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/amerika_serikat/" platform="highweb"/></link> berkepentingan untuk memastikan kelompok jihadis tidak berkuasa di <link type="page"><caption> Irak.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/irak/" platform="highweb"/></link>

Pernyataannya disampaikan <link type="page"><caption> setelah Mosul dan Tikrit</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140612_pbb_kutuk_irak.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> dikuasai kelompok pemberontak militan Sunni, ISIS.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140612_pbb_kutuk_irak.shtml" platform="highweb"/></link>

Pemungutan suara parlemen untuk memberikan kekuasaan darurat kepada Perdana Menteri Nouri Maliki sebelumnya tertunda karena kebanyakan anggota DPR tidak muncul. Hanya 128 dari 325 anggota yang hadir.

Pemberontak ISIS, atau Negara Islamis Irak dan Levant, merencanakan untuk terus bergerak ke selatan ke ibukota Baghdad, dan daerah yang dikuasai kelompok mayoritas Islam Syiah Irak, yang mereka pandang sebagai kelompok kafir.

"Sejumlah hal perlu segera dilakukan secara militer," kata Obama kepada wartawan di Gedung Putih saat bertemu Perdana Menteri Australia Tony Abbott.

"Saya tidak mengesampingkan apapun karena kami berkepentingan memastikan jihadis ini tidak berkuasa selamanya di Irak, ataupun Suriah."

Sebagian wilayah Kirkuk dikuasai kelompok Islamis Sunni minggu ini.

Pasukan pemerintah memperlambat gerakan pemberontak Rabu 11 Juni di luar Samarra, kota sekitar 110km utara Baghdad.