AS siap bantu Irak melawan militan ISIS

Sumber gambar, AP
Amerika Serikat menegaskan siap untuk membantu Irak dalam menghadapi kelompok militan ISIS.
Kementrian Luar Negeri AS mengatakan sudah melakukan kmontak dengan pemerintah <link type="page"><caption> Irak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/irak/" platform="highweb"/></link> dan Turki serta siap menawarkan bantuan apapun.
Sementara itu Iran- yang merupakan sekutu pemerintah Iran yang didominasi kelompok Syiah- mendesak agar dunia internasional mengambil tindakan atas <link type="page"><caption> kelompok militan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140611_mosulpengungsi.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> di Irak yang berhasil merebut Mosul,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140611_mosulpengungsi.shtml" platform="highweb"/></link> ibukota Provinsi Nineveh, dari pasukan pemerintah Baghdad.
Seorang juru bicara Kementrian Luar Negeri <link type="page"><caption> Iran</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/iran/" platform="highweb"/></link> mengatakan bahwa beberapa kelompok dan negara mendukung yang disebutnya sebagai teroris.
Dia menambahkan kerjasama antar negara dan organisasi internasional kini amat diperlukan.
Sedangkan Turki mengatakan akan mengambil tindakan tegas jika warganya yang ditahan militan di Mosul dilukai.
Militan ISIS menyerbu konsulat Turki dan menyandera 49 orang, termasuk pimpinan misi Turki di sana dan tiga orang anak.
"Semua yang terlibat seharusnya tahu bahwa jika warga kami dilukai dengan cara apapun, maka mereka akan menjadi sasaran pembalasan yang keras," tegas Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu.
Hanya sehari setelah merebut Mosul, para pejuang ISIS dilaporkan juga berhasil menguasai Tikrit, ibukota Provinsi Salaheddiine, yang merupakan kampung halaman mendiang Presiden Saddam Hussein.









