Serangan udara Irak atas kelompok militan ISIS

Sumber gambar, Reuters
Laporan-laporan menyebutkan pemerintah Irak melancarkan serangan udara atas posisi kelompok militan ISIS yang merebut kota Tikrit dan Mosul pada pekan ini.
Serangan tersebut, jika dikukuhkan, berlangsung hanya beberapa jam setelah parlemen <link type="page"><caption> Irak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/irak/" platform="highweb"/></link> tidak mencapai kesepakatan untuk menyatakan keadaan darurat, <link type="page"><caption> yang diminta oleh Perdana Menteri Nouri al-Maliki. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140610_irak_mosul.shtml" platform="highweb"/></link>
Sementara itu ISIS mengatakan mereka merencanakan serangan ke ibukota Baghdad. Kelompok yang memiliki kaitan dengan al-Qaida ini diperkirakan memiliki sekitar 3.000 sampai 5.000 pejuang.
Mereka memanfaatkan ketegangan antara pemerintah Irak -yang didominasi umat Syiah- dan kelompok minoritas Sunni.
Seorang perwira militer mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pejuang ISIS sudah merebut kota Dhuluiyah, sekitar 90km dari Baghdad.
Di Baghdad sendiri, tempat-tempat pendaftaran sudah dibuka untuk warga umum yang ingin bergabung untuk melawan militan ISIS.
Dalam perkembangan lain, militer Kurdi mengatakan sudah mengendalikan kota Kirkuk yang kaya minyak setelah tentara nasional Irak meninggalkan kota tersebut.
<link type="page"><caption> Amerika Serikat sudah mengatakan siap untuk memberikan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140611_irak_amerika_serikat.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> bantuan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140611_irak_amerika_serikat.shtml" platform="highweb"/></link> apapun kepada Irak untuk melawan ISIS sedangkan pemerintah Iran -yang juga beraliran Syiah- mendesak kerjasama internasional dalam menghadapai militan tersebut.









