Afghanistan kecam pertukaran tahanan Amerika Serikat

Mullah Mohammed Omar

Sumber gambar, v

Keterangan gambar, Mullah Mohammed Omar belum pernah muncul sejak meninggalkan Afghanistan pada 2001.

Pemerintah Afghanistan menyatakan kemarahan atas kesepakatan Amerika Serikat menyangkut pertukaran lima militan Taliban dengan seorang tentara Amerika yang ditahan Taliban.

Lima militan senior dari kelompok Taliban telah dibebaskan dari tahanan Teluk Guantamo ke Qatar sebagai imbalan atas pembebasan <link type="page"><caption> Bowe Bergdahl</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140601_tentara_as_dibebaskan.shtml" platform="highweb"/></link>, seorang tentara Amerika yang selama ini ditahan oleh Taliban di Afghanistan.

Melalui Kementerian Luar Negeri, pemerintah Afghanistan menegaskan penyerahan tahanan ke negara ketiga adalah tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional.

"Kami menentang tegas hal itu. Kami menginginkan Qatar dan pemerintah Amerika Serikat untuk membiarkan mereka bebas," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Afghanistan seperti dilaporkan oleh wartawan BBC di Kabul, David Loyn.

Di rumah sakit

Bowe Bergdahl

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Bowe Bergdahl ditahan oleh Taliban selama sekitar lima tahun.

Kementerian Luar Negeri juga menegaskan bahwa berdasarkan hukum internasional dan konvensi hak asasi manusia para tahanan yang ditukar itu harus dibebaskan.

Sementara itu Taliban menyebut pembebasan tahanan ini sebagai kemenangan.

"Saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh bangsa Muslim Afghanistan," kata pemimpin Taliban, Mullah Omar dalam suatu pernyataan, Minggu (01/06).

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel membela pertukaran itu dengan mengatakan para pejabat harus mengambil tindakan dalam waktu singkat karena mereka meyakini nyawa Sersan Bowe Bergdahl terancam.

Bergdahl kini menjalani penyembuhan di sebuah rumah sakit di Jerman.

Lima tahanan asal Afghanistan yang dibebaskan dilarang meninggalkan Qatar setidaknya satu tahun.

Tetapi para wartawan mengatakan banyak pihak khawatir mereka akan bergabung kembali bersama Taliban dan melancarkan serangan lebih lanjut.