Ukraina gelar pemilihan presiden hari ini

Sumber gambar,
Warga Ukraina akan memilih presiden baru setelah Viktor Yanukovych digulingkan Februari tahun lalu dalam protes massal yang berlangsung berbulan-bulan.
Sebanyak 18 kandidat akan bertarung dalam pemilihan yang dipandang sebagai momen penting untuk mempersatukan kembali negara itu.
Taipan produk gula-gula, Petro Poroshenko, yang dikenal sebagai "raja cokelat" difavoritkan menjadi pemenang.
Mantan perdana menteri Yulia Tymoshenko berada di peringkat dua dalam hasil survei.
Kandidat harus mendapatkan lebih dari 50% suara agar terpilih menjadi presiden, jika tidak ada yang mencapai angka itu, pemilu putaran kedua akan dilakukan pada 15 Juni mendatang.
Mengacaukan proses
Namun <link type="page"><caption> separatis pro-Rusia di bagian timur</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140512_ukraina_referendum.shtml" platform="highweb"/></link> - yang menolak adanya pemilu - mengancam akan mengacaukan proses pengambilan suara.

Sumber gambar, Getty
Hanya tujuh tempat pemungutan suara (TPS) dibuka di wilayah Donetsk, sementara di kota Donetsk dan Horlivka tidak ada TPS yang tersedia, demikian pengamatan BBC.
Sebanyak 20 orang tewas di tengah bentrokan yang terjadi antara kelompok pro-Rusia dan pemerintah dalam beberapa hari terakhir.
Kekerasan yang terjadi di Donetsk dan Luhansk telah mengganggu persiapan pemilu.
Namun Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk mendorong semua warga untuk memilih dan "membela Ukraina".
"Ini akan menjadi ekspresi dari keinginan warga Ukraina di bagian barat, timur, utara, dan selatan," katanya.









