Ukraina Timur ingin tentukan nasib sendiri

Referendum

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Jumlah tempat pemungutan suara di Mariupol kurang dari sepuluh TPS.

Penyelenggara referendum Pro-Rusia di wilayah Donetsk, Ukraina Timur, mengatakan hampir 90% peserta referendum memilih menentukan nasib sendiri.

Di Donetsk dan Luhansk wilayah timur Ukraina, warga telah memberikan suara dalam referendum tidak resmi yang diselenggarakan oleh kelompok-kelompok pro-Rusia.

Beberapa jam setelah pemungutan suara ditutup Minggu (11/05) waktu setempat, panitia referendum di wilayah Donetsk mengatakan hampir 90% peserta mendukung penentuan nasib sendiri.

Referendum itu diikuti sebanyak 75% warga di Ukraina Timur.

Namun, sejauh ini belum ada hasil dari daerah Luhansk.

Pemerintah Ukraina menyebut proses referendum tersebut sebagai lelucon pidana.

Sementara itu, para wartawan menggambarkannya sebagai proses pemilihan yang tidak terorganisir mengingat jumlah tempat pemungutan suara tidak memadai, tidak ada daftar pemilih terkini, serta tidak ada pemeriksaan sungguh-sungguh terhadap identitas pemilih.

Seorang perempuan, misalnya, terlihat memberikan suara sebanyak dua kali.

Kemudian di Mariupol, sebuah kota yang dihuni 500 ribu jiwa, terdapat kurang dari 10 TPS.

Referendum ini digelar oleh <link type="page"><caption> kelompok separatis pro-Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140511_ukraina_referendum_prorusia.shtml" platform="highweb"/></link> di Ukraina bagian timur<link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140511_ukraina_referendum_prorusia.shtml" platform="highweb"/></link> untuk membentuk "pemerintahan sendiri", sebuah langkah yang dikutuk Ukraina dan negara-negara Barat.