Pro-Rusia gelar referendum di Ukraina timur

Pasukan pro-Rusia mengamankan proses referendum yang dikutuk Ukraina.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pasukan pro-Rusia mengamankan proses referendum yang dikutuk Ukraina.

Kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina bagian timur telah menggelar referendum untuk membentuk "pemerintahan sendiri", sebuah langkah yang dikutuk Ukraina dan negara-negara Barat.

Para pemimpin kelompok separatis di Donetsk dan Luhansk memimpin langsung proses pemungutan suara, walaupun <link type="page"><caption> Presiden Rusia Vladimir Putin</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140509_putin_krimea_kritik.shtml" platform="highweb"/></link> telah meminta agar referendum ini ditunda.

Referendum ini digelar setelah kelompok separatis pro-Rusia menguasai gedung-gedung milik pemerintah Ukraina di sejumlah kota di wilayah timur, sehingga menimbulkan bentrokan bersenjata dengan pasukan pemerintah Ukraina.

Pemerintah Ukraina dan negara-negara Barat mengutuk referendum ini, serta menyebutnya "tidak masuk akal" dan "tidak sah".

Presiden sementara Ukraina, Oleksandr Turchynov, telah memperingatkan tindakan sepihak ini dengan menyebut jajak pendapat ini "menghancurkan diri sendiri".

Anti-terorisme

Sebelumnya, kelompok bersenjata pro-Rusia menguasai kantor milik pemerintah Ukraina di wilayah timur yang mengakibatkan bentrokan sengit dengan pasukan Ukraina.

Pasukan Ukraina terlibat pertempuran dengan kelompok pro-Rusia.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pasukan Ukraina terlibat pertempuran dengan kelompok pro-Rusia.

Sejumlah laporan menyebutkan, pertempuran sengit terjadi pada Sabtu malam di pinggiran kota yang dikuasai pemberontak dari Slovians. Pemerintah Ukraina menyebut langkahnya sebagai perang "anti-terorisme".

Di pelabuhan Mariupol , juga di wilayah Donetsk , sedikitnya tujuh orang tewas dan 39 luka-luka dalam bentrokan antara kedua belah pihak pada hari Jumat , menurut angka resmi .