Rusia gelar Pawai Kemenangan di tengah krisis Ukraina

rusia

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Presiden Putin memimpin upara peletakan karangan bunga di makam Tentara Tak Dikenal di Moskow, Kamis

Rusia siap menggelar pawai tahunan Hari Kemenangan di Lapangan Merah Moskow di tengah meningkatnya patriotisme yang disulut oleh aneksasi Krimea.

Acara serupa untuk memperingati kemenangan Soviet di Perang Dunia II juga akan diadakan di pelabuhan Sevastopol, <link type="page"><caption> Krimea. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140504_ukraina.shtml" platform="highweb"/></link>

Media Rusia melaporkan bahwa Presiden Vladimir Putin mungkin akan menghadiri acara itu, tetapi juru bicaranya tidak bersedia memberikan konfirmasi.

Perayaan di Ukraina akan dibuat sesederhana mungkin karena dikhawatirkan dapat <link type="page"><caption> memicu kekerasan lebih lanjut</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140505_ukraina_rusia_pertempuran.shtml" platform="highweb"/></link> di wilayah selatan dan timur.

Moskow membantah menggerakkan kerusuhan separatis di Ukraina.

Sebaliknya, juru bicara pemerintah Rusia menuduh pemerintah Ukraina mendorong ekstimis nasionalis dan mengatakan kondisi tersebut menyebabkan rencana penyelenggaraan pemilu pada 25 Mei mendatang menjadi "tidak masuk akal".

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan adalah sebuah hal yang "memprihatinkan" jika Putin menggunakan peringatan tersebut untuk mengunjungi Krimea.

Wartawan BBC Steve Rosenberg di Moskow mengatakan di Rusia terjadi gelombang patriotisme menyusul aneksasi semenanjung tersebut dari Ukraina pada Maret lalu.

Pawai di Moskow biasanya menampilkan berbagai senjata dan fasilitas pertahanan militer serta mempertontonkan semangat patriotik di Lapangan Merah.