Pemimpin separatis Ukraina timur ingin bergabung dengan Rusia

Denis Pushilin

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Denis Pushilin mengutarakan rencana memperbaiki ekonomi dan membentuk kesatuan militer.

Para pemimpin separatis pro-Rusia di UKraina timur mengatakan ingin menjadi bagian dari Federasi Rusia menyusul referendum penentuan nasib sendiri pada Minggu (11/05).

Penegasan itu antara lain disampaikan oleh seorang pemimpin separatis dari Donetsk, Denis Pushilin.

"Berdasarkan hasil referendum dan deklarasi kedaulatan Republik Rakyat Donetsk, kami menyatakan bahwa Republik Rakyat Donetsk adalah negara berdaulat. Kami meminta Federasi Rusia untuk mempertimbangkan permintaan Republik Rakyat Donetsk untuk menjadi bagian dari Federasi Rusia," kat Denis Pushilin dalam jumpa pers, Senin (12/05).

Kelompok separatis di Ukraina timur menegaskan mayoritas penduduk mendukung pemisahan diri dari Kiev, tetapi data hasil referendum dipertanyakan sejumlah kalangan.

Menurut penyelenggara referendum, <link type="page"><caption> hampir 90% pemilih</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140512_ukraina_referendum.shtml" platform="highweb"/></link> ingin menentukan nasib sendiri.

Sejauh ini pemerintah Rusia belum memberikan jawaban atas permintaan tersebut. Wartawan BBC di Moskow, Steven Rosenberg, mengatakan tanggapan Rusia atas permintaan untuk masuk Federasi Rusia akan sangat menarik.

Pemerintah Ukraina menyebut ferendum hari Minggu 11 Mei tidak sah.

Namun Pushilin telah menyatakan rencana untuk membangun kembali ekonomi Donetsk dan membentuk militer.

Maret lalu Presiden Rusia, Vladimir Putin, menandatangani undang-undang yang mengesahkan <link type="page"><caption> pencaplokan Krimea</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140321_krimea_rusia_ukraina_aneksasi.shtml" platform="highweb"/></link> dari tangan Ukraina.