Referendum Krimea berlangsung hari ini

krimea

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pemerintah Krimea melakukan persiapan akhir menjelang pemungutan suara.

Warga Krimea pada Minggu (16/03) akan segera melakukan pemungutan suara untuk memilih tetap bersama Ukraina atau bergabung kembali dengan Rusia.

Referendum ini <link type="page"><caption> dianggap "ilegal"</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140307_obama_rusia.shtml" platform="highweb"/></link> oleh pemerintah pusat Ukraina di Kiev dan negara-negara barat, tetapi didukung oleh Moskow.

Secara de facto, pasukan Rusia telah mengontrol wilayah yang dihuni oleh mayoritas etnis Rusia dan para peserta referendum diharapkan akan mendukung Rusia.

Penduduk asli Krimea yang disebut Crimean Tatars melakukan boikot dan menyatakan kesetiaannya pada Kiev.

AS dan Uni Eropa telah memperingatkan bahwa mereka akan memberikan sanksi keras untuk Rusia jika referendum tetap dilangsungkan.

Rusia melakukan intervensi di semenanjung Krimea dengan menduduki gedung-gedung pemerintahan dan memblokir pasukan Ukraina di markas mereka setelah kejatuhan Presiden pro-Moskow Viktor Yanukovych pada 22 Februari.

Namun, pejabat resmi Kremlin membantah bahwa mereka mengirimkan pasukan ekstra ke wilayah itu, dan berdalih bahwa pasukan itu adalah "pasukan mandiri Krimea".

Pertemuan tingkat menteri <link type="page"><caption> antara Rusia dan AS</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140314_ukrainetalk.shtml" platform="highweb"/></link> untuk membahas masalah Krimea pada Jumat (14/03) kemarin berlangsung tanpa membuahkan hasil.

Sementara itu puluhan ribu pendukung maupun penentang aksi Rusia di Krimea saling mengadakan aksi tandingan di Moskow.