Nilai rubel dan indeks saham Rusia jatuh

Sumber gambar, Reuters
Nilai mata uang Rusia, rubel, anjlok ke titik terendah atas dolar dan euro setelah meningkatnya ketegangan di Ukraina.
Rubel turun sekitar 2,5% atas dolar ke tingkat 36,5 dan melemah 1,5% atas ke nilai 50,30, pada Senin 3 Maret.
Sementara indeks saham MICEX di bursa Moskow juga turun 9% pada awal perdagangan.
Ketegangan di Ukraina semakin meningkat setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin, mendapat persetujuan parlemen untuk <link type="page"><caption> mengirimkan pasukan ke Ukraina. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140301_rusia_pasukan.shtml" platform="highweb"/></link>
Penurunan nilai rubel ini terjadi bersamaan dengan peningkatan suku bunga oleh Bank Sentral <link type="page"><caption> Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/rusia/" platform="highweb"/></link> dari 5,5% menjadi 7%.
"Keputusan diarahkan untuk mencegah risiko inflasi dan untuk stabilitas keuangan yang terkait dengan peningkatan perubahan cepat di pasar keuangan," seperti tertulis dalam pernyataan Bank Sentral.
Seorang pedagang di tempat penukaran uang milik swasta di Moskow, yang buka 24 jam, mengatakan tidak siap untuk melayani permintaan dolar AS yang meningkat.
"Kami tidak siap, kami belum menyediakan cadangan," katanya.









