Bantuan pangan dijadwalkan masuki Homs

Sumber gambar, Reuters
PBB dan sejumlah lembaga kemanusiaan berharap dapat mengirimkan bantuan pangan serta obat-obatan pada warga sipil yang terjebak dalam pertempuran di kota Homs, Suriah.
Konvoi bantuan kemanusiaan ini dijadwalkan masuk Homs Sabtu (08/02) atau hari kedua gencatan senjata yang dilangsungkan tiga hari antara pasukan pemerintah dan kekuatan perlawanan.
Jumat (07/02) lebih dari 80 orang dievakuasi dari area yang dikuasai pasukan perlawanan yang sudah dikepung sejak 18 bulan lalu.
Banyak di antara para warga nampak lemah dan kelelahan - sebagian mengaku belum pernah lagi makan roti dalam lima bulan terakhir.
Koordinator kemanusiaan PBB untuk Suriah, Yacoub El Hillo, mengatakan tim PBB "langsung menyiapkan pangan, obat dan kebutuhan dasar lain supaya setelah kelompok sipil pertama dievakuasi kami bisa mengirim bantuan ini Sabtu pagi".
Ia mengatakan evakuasi sipil dan masuknya bantuan pangan merupakan "tonggak" penting dalam penyelesaian perseteruan dua pihak dan mereka layak dipuji.
Evakuasi diharapkan akan dilanjutkan Minggu besok, kata seorang ulama setempat, Abdul Hareth al-Khalidi kepada kantor berita AFP.
Sebagian besar wilayah Homs - yang merupakan kota terbesar ketiga di Suriah yang kini disebut sebagai "ibukota revolusi" yang menentang Presiden Bashar al-Assad - hancur tinggal puing akibat kecamuk perang.

Sumber gambar, Reuters
Banyak kawasan pemukiman remuk dimana menurut para pegiat warga setempat bertahan dengan hanya makan buah zaitun selama berminggu-minggu. Sekitar 3.000 sipil diduga terjebak di tengah kota ini.

Sumber gambar, Reuters
Situasi di kota yang dikepung tentara pemerintah sejak Juni 2012 ini sudah berkali-kali menjadi bahan pembicaraan termasuk saat digelar upaya perdamaian di Jenewa sepekan lalu.

Sumber gambar, AFP
Pembicaraan lain dijadwalkan mulai 10 Februari dan pemerintah Suriah sudah menyatakan akan hadir.









