Lebih dari 1.200 warga pendatang di Rusia ditangkap

Kepolisian Rusia menggelar operasi atas warga pendatang di sekitar gudang sayur-sayuran di Moskow yang menjadi tempat kerusuhan semalam sebelumnya.
Laporan-laporan menyebutkan lebih dari 1.200 pekerja pendatang ditangkap dalam operasi pada Senin 14 Oktober.
Belum jelas tuduhan yang dikenakan kepada mereka, namun kantor media setempat mengutip polisi yang mengatakan mereka menyelidiki keterlibatan kegiatan kriminal tanpa merinci lebih lanjut.
Operasi ini berlangsung menyusul kerusuhan Minggu malam yang dipicu oleh tewasnya seorang pria <link type="page"><caption> Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/rusia/" platform="highweb"/></link> yang diduga dibunuh oleh pekerja pendatang dari kawasan Kaukasus atau Asia Tengah.
Yegor Shcherbakov, yang berusia 25 tahun, dibunuh di depan pacarnya di kawasan Biryulyovo, tempat gudang sayur-sayuran yang mempekerjakan banyak pekerja pendatang.
Sejumlah warga Rusia kemudian melampiaskan kemarahan yang diwarnai kerusuhan sehingga merusak bangunan maupun beberapa kendaraan bermotor.
Ketegangan meningkat
Walau wajah tersangka pelaku yang terekam kamera pengawas sudah disebarkan, identitasnya masih belum diungkapkan.

Polisi menangkap sekitar 380 dalam kerusuhan itu namun sebagian besar sudah dibebaskan tanpa dakwaan.
Wartawan BBC di Moskow, Steve Rosenberg, melaporkan kekerasan terbaru ini mencerminkan ketegangan antara warga Rusia dengan pendatang dari kawasan Kaukasus maupun Asia Tengah yang umumnya beragama Islam.
Banyak warga Rusia yang menuduh para politisi sengaja mendorong kedatangan pekerja migran karena upah mereka yang lebih rendah.
Keberadaan mereka juga dianggap sebagai sumber korupsi karena baik pekerja maupun majikan menyogok aparat keamanan untuk menghindari pemeriksaan dokumen izin kerja.









