Ketua Greenpeace siap ditahan oleh Rusia

Ketua Greenpeace Internasional menawarkan diri sebagai jaminan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk pembebasan 30 pegiat Greenpeace.
Dalam suratnya, Kumi Naidoo juga meminta agar bisa bertemu dengan Presiden Putin dan meminta agar dakawan pembajakan yang diajukan kepada para pegiat dicabut.
Naidoo mengatakan bahwa dia siap untuk pindah dan ditahan ke Rusia demi pembebasan para pegiat tersebut.
"Saya siap untuk memindahkan hidup saya ke Rusia sepanjang urusan ini. Saya menawarkan diri sebagai penjamin dari perilaku baik para pegiat Greenpeace agar mereka dibebasakan dengan jaminan," tulus Naidoo dalam suratnya.
"Kami siap menghadapi konsekuensi dari yang kami lakukan sepanjang ada konsekuensi dalam undang-undang kriminal nasional yang masuk akal untuk dipahami seseorang sebagai undang-undang."
Para pegiat Greenpeace dan dua wartawan yang berada di dalam kapal ditangkap pihak berwenang <link type="page"><caption> Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/rusia/" platform="highweb"/></link> karena melakukan unjuk rasa memprotes eksplorasi di Kutub Utara.
Dakwaan pembajakan
<link type="page"><caption> Dua pegiat Greenpeace menaiki anjungan </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/08/120824_greenpeace.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> minyak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/08/120824_greenpeace.shtml" platform="highweb"/></link> milik Gazprom dari kapal milik Greenpeace, <italic>Arctic Sunrise, </italic><link type="page"><caption> -yang diserang </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130920_greenpeace_diserang.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> aparat keamanan Rusia </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130920_greenpeace_diserang.shtml" platform="highweb"/></link>September lalu.
Setelah dibawa ke pelabuhan Murmansk mereka didakwa dengan pembajakan dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun jika terbukti bersalah.
Komisi Penyelidikan mengatakan bahwa tujuan damai dari aksi itu tidak bisa membenarkan yang mereka sebut sebagai sebuah 'serangan' yang membawa ancaman atas anjungan minyak dan pekerjanya.
Sementara itu juru bicara Presiden Putin mengatakan bahwa surat Greenpeace itu belum mereka terima.
"Kami sedang memeriksa informasi keberadaannya (surat)," tutur Dmitry Peskov kepada kantor berita AFP.
Bagaimanapun Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, pada Selasa (08/10) menegaskan posisi pemerintah Rusia yang menganggap Greenpeace terlibat tindakan provokatif.
"Kami sudah mendengar kegiatan kapal ini, Arctic Sunrise, selama beberapa tahun," tuturnya dalam wawancara dengan stasiun TV, RT.









