Rusia tahan 30 aktivis Greenpeace

Pengawas pantai Rusia menurunkan 30 aktivis Greenpeace dari kapal mereka di Arktik dan menahan mereka di pelabuhan Murmansk.
Menurut Greenpeace Russia, aktivis ditahan selama 48 jam. Pada Rabu pagi (25/09) mereka diangkut ke kantor Komite Penyelidikan di Murmansk.
Setelah menjalani pemeriksaan, mereka ditahan di beberapa penjara di kota pelabuhan itu dan sekitarnya.
"Mereka dipindahkan ke pusat-pusat tahanan prasidang," kata Yevgenia Belyakova, aktivis Greenpeace di Murmansk, seperti dikutip kantor berita AFP.
Penahanan dilakukan setelah kemarin (24/09), pihak berwenang Rusia menyatakan puluhan aktivis lingkungan Greenpeace akan diperiksa atas <link type="page"><caption> dugaan pembajakan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130924_rusia_greenpeace_pembajakan.shtml" platform="highweb"/></link> dengan ancaman hukuman maksimum 15 tahun penjara.
Organisasi lingkungan itu mengeluarkan video yang menunjukkan para aktivis diangkut dengan bus menuju markas Komite Penyelidikan yang berpengaruh.
Mereka dituduh merompak setelah dua aktivis berusaha memanjat anjungan minyak lepas pantai milik perusahaan minyak milik negara Gazprom.
Maksud dipertanyakan

Juru bicara Komite Penyedilikan Vladimir Markin telah menegaskan bahwa semua orang yang terlibat dalam serangan anjungan, "tanpa mempertimbangkan kewarganegaraan mereka, akan diperkarakan".
Dia menyebut aksi protes Greenpeace sebagai "upaya merebut anjungan dengan cara paksa". Hal itu, lanjutnya, menimbulkan kecurigaan mengenai maksud mereka yang sebenarnya.
Pihak berwenang Rusia menggerebek kapal Greenpeace, Arctic Sunrise, Kamis lalu (19/09) setelah dua aktivis berusaha memanjat anjungan minyak lepas pantai sebagai bagian dari upaya memprotes pengeboran minyak di kawasan.
Orang-orang bersenjata yang mengenakan penutup kepala kemudian diturunkan dari helikopter untuk menyita kapal Greenpeace dan menangkap aktivis di Laut Pechora.









