Pasukan Filipina coba rebut kota di selatan

Pasukan pemerintah Filipina
Keterangan gambar, Presiden Benigno Aquino mengatakan pemberontakan akan segera mereda.

Pemerintah Filipina mengatakan pasukan mereka mencoba mengambil alih kawasan di selatan yang diduduki pemberontak Muslim.

Presiden Benigno Aquino dan wakil presiden mengunjungi Zamboanga Sabtu (14/09) dalam upaya mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung satu minggu dengan pemberontak dari Front Pembebasan Nasional Moro, MNLF.

Anggota kelompok pemberontak menyandera sejumlah penduduk lokal yang disebutkan sejumlah laporan digunakan sebagai tameng.

Bentrokan sejauh ini menyebabkan lebih dari 50 orang meninggal.

"Bentrokan masih akan terjadi namun mereka (MNLF) tidak akan berhasil dan saya jamin bahwa (bentrokan) akan mereda," kata Aquino.

Menteri Dalam Negeri Mar Roxas mengatakan pasukan pemerintah mengepung sekitar 200 anggota pemberontak dan secara bertahap mengambil alih daerah yang dikuasasi pemberontak di luar Zamboanga.

Penduduk melarikan diri

Para pejabat mengatakan pasukan pemerintah tidak melakukan serangan berat artileri, roket dan serangan udara untuk melindungi sandera dan warga sipil.

<link type="page"><caption> Bentrokan menyebabkan lebih</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2013/09/130911_foto_zamboanga.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> dari 60.000 orang melarikan diri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2013/09/130911_foto_zamboanga.shtml" platform="highweb"/></link> dari rumah-rumah mereka.

Bentrokan dimulai Senin lalu saat pemberontak MNLF, yang tidak diikutkan dalam perundingan damai dengan pemerintah, bentrok dengan pasukan pemerintah yang mengagalkan upaya mereka pawai melalui kota Zamboanga untuk menaikkan bendera di balai kota.

Pemimpin kelompok, Nur Misuari, menandatangani perjanjian damai tahun 1996, namun tidak melakukan gencatan senjata dan menuduh pemerintah melanggar janji mengembangkan kawasan Filipina selatan yang didominasi penduduk Muslim.