Militan Filipina serang kota Zamboanga

Pemberontak Muslim Filipina hari Senin (09/09) menyerbu kota pelabuhan Zamboanga dan menyandera 12 orang warga.
Sebelum penyerangan, sekitar 100 orang pemberontak terlibat bentrok dengan patroli Angkatan Laut Filipina di laut.
Polisi dan tentara telah dikerahkan untuk mengepung area Rio Hondo di Zamboanga.
Kepala polisi regional Juanito Bano mengatakan para gerilyawan <link type="page"><caption> Front Pembebasan Nasional Moro</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/02/120201_filipina.shtml" platform="highweb"/></link> diduga menyandera antara 10 hingga 15 orang.
"Kami telah mengepung mereka," kata Bano pada radio lokal DZMM seperti dilaporkan kantor berita AP.
"Mudah-mudahan kami bisa membebaskan warga sipil dan menangkap para penyerang."
Keterangan resmi pemerintah mengatakan satu orang prajurit Angkatan Laut dan 10 petugas kepolisian terluka dalam insiden itu.
Pasukan anti terorisme AS sejak 2002 memberikan pelatihan kepada pasukan Filipina. Pusat pelatihan berada di kota Zamboanga.
Kelompok Moro menandatangani <link type="page"><caption> perjanjian perdamaian 1996</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/10/121015_philippines_rebels.shtml" platform="highweb"/></link> dengan pemerintah, tetapi ratusan pejuangnya masih memiliki senjata.
Mereka juga menuduh pemerintah melanggar janji mereka untuk membentuk daerah khusus otonomi Muslim di wilayah yang mayoritas warganya adalah pemeluk Katolik Roma.









