Bentrokan di Filipina berlanjut ke hari ketiga

Ribuan warga Zamboanga mengungsi dari rumahnya untuk menyelamatkan diri dalam bentrokan antara pasukan pemerintah Filipina dan pemberontak Muslim, yang sudah memasuki hari ketiga.
Sedikitnya sembilan orang tewas sejak <link type="page"><caption> kelompok militan mengambil posisi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130909_zamboanga_militan.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> di tengah permukiman</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130909_zamboanga_militan.shtml" platform="highweb"/></link> bercampur dengan penduduk setempat, Senin 9 September.
Pasukan pemerintah sudah mengepung kawasan yang dikuasai sekitar 180 militan Islam di kota pelabuhan di kawasan selatan negara itu.
Sekitar 13.000 pengungsi kini ditampung di stadion dan sejumlah lainnya di gereja maupun sekolah.
"Kami berupaya untuk memberikan fasilitas yang layak kepada mereka semua," tutur seorang pekerja sosoial, Beth, kepada kantor berita AFP.
Penerbangan dan layanan ferry ke kota itu sudah dihentikan dan sekolah serta sejumlah toko maupun kantor tutup.
Masih disandera

Kelompok yang merupakan salah satu faksi dari kelompok separatis Barisan Pembebasan Nasional Moro, MNLF, ini menuntut perundingan langsung dengan pemerintah <link type="page"><caption> Filipina.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/filipina/" platform="highweb"/></link>
Mereka merasa disisihkan dari perundingan yang berlangsung antara pemerintah Manila dengan kelompok Muslim saingan.
Laporan-laporan menyebutkan para militan juga menyandera sejumlah warga sebagai 'tameng manusia' namun tidak jelas berapa banyak yang disandera.
Walikota Zamboanga, Maria Isabelle Climaco, dalam pernyataannya menyebutkan sekitar 100 warga sipil disandera dan upaya perundingan sedang berlangsung.
Sebelumnya dia mengatakan kelompok militan menuntut perundingan ditengahi oleh masyarakat internasional.
Faksi MNLF ini tiba dengan perahu motor di Zamboanga pada Senin pagi dan ingin mengibarkan bendera di atas balai kota Zamboanga.
MNLF didirikan oleh Nur Misuari pada tahun 1971 dengan tujuan mendirikan negara Islam namun <link type="page"><caption> menandatangani kesepakatan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/10/121015_philippines_rebels.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> damai dengan pemerintah pada tahun 1996.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/10/121015_philippines_rebels.shtml" platform="highweb"/></link>









