Polisi Israel dukung perempuan berdoa di Tembok Ratapan

Pengikut Yahudi
Keterangan gambar, Anggota kelompok "Perempuan Tembok" menggelar doa di Tembok Ratapan, Jerusalem.

Kepolisian Israel di Jerusalem menghadang sekelompok Yahudi ultraortodoks yang berusaha menghalangi para perempuan berdoa di Tembok Ratapan, tempat suci bagi penganut Yahudi.

Polisi menangkap tiga pemrotes dari kalangan Yahudi ultraortodoks pada Jumat (19/05) ketika mereka mencaci maki kelompok perempuan yang ingin berdoa.

Mereka juga melempar botol cairan, kursi dan benda-benda lain ke arah perempuan dan polisi.

"Polisi menangkap tiga pria ultraortodoks dan menahan dua orang lainnya," kata juru bicara kepolisian Israel Micky Rosenfeld.

Rosenfeld menjelaskan mereka ditangkap karena menggangu ketertiban umum.

Perubahan

Kelompok perempuan yang menyebut diri "Perempuan Tembok" menggelar doa di Tembok Ratapan untuk pertama kalinya sejak pengadilan memutuskan bahwa perempuan boleh mengenakan selendang doa.

Sebagian kalangan Yahudi ortodoks meyakini selendang doa dan unsur-unsur ritual keagamaan lainnya, seperti membaca kitab Taurat dengan suara keras, hanya boleh dilakukan oleh lelaki.

Dalam acara doa memperingati permulaan tanggal, mereka kali ini mendapat dukungan dari polisi setelah keluar perintah pengadilan. Sebelum ada perintah pengadilan, polisi sering melakukan penangkapan terhadap perempuan-perempuan yang melakukan ritual tertentu di Tembok Ratapan.

Wartawan BBC di Jerusalem Kevin Connolly melaporkan tradisi liberal yang diusung oleh kelompok Perempuan Tembok merupakan unsur kuat di dalam masyarakat Yahudi di banyak negara, termasuk Amerika Serikat tetapi tidak begitu kuat di Israel.

"Di sini kubu ultraortodoks lah yang lebih berpengaruh, meskipun beberapa politikus mempertanyakan hak istimewa yang mereka nikmati termasuk dukungan kesejahteraan yang besar dan perkecualian mengikuti wajib militer," lapor Connolly.