Polisi Israel tahan wanita karena pakai selendang

Polisi Israel menahan lima wanita karena mengenakan selendang di salah satu sisi Tembok Ratapan di Yerusalem.
Insiden ini terjadi dalam acara doa bulanan yang diselenggarakan kelompok yang menentang peraturan melarang wanita berdoa di tempat yang dikhususkan bagi pria itu.
Pemerintah Israel mengajukan kompromi Rabu (10/04) untuk meredakan ketegangan dengan membuat tempat baru di kawasan tembok untuk doa yang dipimpin wanita serta tempat campuran pria dan wanita.
Saat ini Tembok Ratapan terdiri dari dua tempat untuk berdoa bagi pria dan wanita.
Sekitar 120 perempuan berkumpul di seputar tembok untuk berdoa Kamis pagi (11/04).
Wartawan BBC Erica Chernofsky - yang berada di tempat kejadian- mengatakan lima wanita dari kelompok Women of the Wall (WoW) menggunakan kerudung dan sejumlah perlengkapan keagamaan lain yang biasanya digunakan oleh pria Yahudi ortodoks.
Sekitar 100 pria Yahudi ortodoks di kawasan tembok lainnya mengganggu kelompok itu sementara kelompok wanita ortodoks membuka satu payung berisi kecaman terhadap para wanita WoW, kata Chernofsky.
Lima wanita dari WoW ditangkap sementara seorang perempuan lain yang membakar buku doa WoW juga ditahan.
Tempat ini berada di bawah kekuasaan Israel sejak Perang Timur Tengah tahun 1967 saat Israel menguasai Yerusalem Timur dan Tepi Barat.









