Polisi Bangladesh bubarkan unjuk rasa

Sedikitnya 15 orang dilaporkan terbunuh dan lebih dari 60 lainnya mengalami luka-luka setelah polisi dan pemrotes dari kalangan berhaluan Islam bentrok di ibukota Bangladesh, Dhaka.
Protes semula <link type="page"><caption> berlangsung pada Minggu </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/05/130505_bangladesh_protes_islam.shtml" platform="highweb"/></link>(05/05) tetapi aksi berlanjut hingga Senin (06/06) di sejumlah wilayah Dhaka.
Ratusan ribu orang mengikuti protes untuk menuntut penerapan kebijakan lebih tegas berlandaskan nilai-nilai Islam.
Polisi menggunakan peluru karet untuk membubarkan demonstrasi yang diselengggarakan oleh kelompok Hefazat-i Islam.
Suara tembakan dan ledakan masih bisa didengar ketika polisi memburu para aktivis yang bersembunyi di gedung-gedung sekitar. Para perusuh membakar toko dan kendaraan
Kawasan di sekitar masjid besar Dhaka berubah menjadi medan perang ketika aparat keamanan menggunakan gas air mata dan peluru karet guna menghadapi lemparan baru pemrotes.
Menyusul kerusuhan, kepolisian Bangladesh memberlakukan larangan pawai umum dan protes di ibukota mulai Senin pagi hingga malam untuk mencegah kerusuhan lanjutan.
Pemerintah menyebut Bangladesh sebagai negara demokrasi sekuler dan menolak tuntutan Hefazat-i Islam.









