Pemrotes Bangladesh tuntut nilai-nilai Islam

Protes di Bangladesh
Keterangan gambar, Pemrotes menuntut agar mereka yang menghina Islam dihukum mati.

Ratusan ribu pengunjuk rasa dari kalangan Islamis menggelar pawai di ibukota Bangladesh, Dhaka, guna menuntut fokus lebih besar pada nilai-nilai Islam.

Di antara tuntut mereka adalah hukuman mati bagi pihak-pihak yang menghina Islam. Pemrotes dari kelompok Hefazat-i-Islam itu juga menuntut pemisahan lebih luas antara perempuan dan laki-laki.

Di jalan-jalan Dhaka pada Minggu (05/05), pengunjuk rasa meneriakkan "Allahu Akbar!" dan "Satu Poin! Satu Tuntutan! Atheis harus digantung".

Kantor berita AFP melaporkan mereka setidaknya melewati enam jalan utama.

Aksi kelompok Hefazat-i-Islam diwarnai dengan kerusuhan. Sebagian dari mereka membakar toko-toko dan sejumlah kendaraan.

UU Penistaan agama

Mereka juga memblokir jalan bebas hambatan sehingga ibukota terisolasi dari wilayah-wilayah lain.

Sedikitnya tiga orang tewas dan lebih dari 60 lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan antara pemrotes dan aparat keamanan.

Polisi menggunakan peluru karet dan gas air mata untuk mengendalikan kerusuhan.

Hefazat-i-Islam mempunyai pendukung kuat di kalangan madrasah. Tetapi pemerintah, yang menyebut Bangladesh sebagai demokrasi sekuler, menolak tuntutan agar dibuat undang-undang baru tentang penistaan agama.

Perdana Menteri Sheikh Hasina mengatakan undang-undang yang ada sudah memadai.