Jumlah korban kekerasan sektarian Burma bertambah

Jumlah korban tewas dalam kekerasan sektarian selama dua hari terakhir antara komunitas Buddha dan Muslim terus bertambah, sedikitnya 20 orang sejauh ini.
Dua orang tewas pada Rabu (20/03), <link type="page"><caption> 10 tewas pada Kamis kemarin</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/03/130321_burma_kekerasan_sektarian.shtml" platform="highweb"/></link>, dan delapan orang tewas hari ini (22/03) dalam kerusuhan di kota Meiktila, Burma tengah.
Seorang anggota parlemen dari daerah pemilihan setempat, Win Htein, mengaku melihat jenazah-jenazah korban.
Politikus dari NLD yang beroposisi itu juga mengatakan sekitar 1.200 kepala keluarga Muslim telah melarikan diri dari rumah mereka dan berlindung di stadion serta kantor polisi.
"Situasinya tidak baik meskipun pemerintah mengatakan semuanya terkendali," kata Win Htein.
Pihak berwenang menangkap puluhan orang terkait kerusuhan yang dipicu oleh percekcokan antara pemilik toko emas, dari komunitas Muslim, dan konsumen yang berasal dari komunitas Buddha.
Cegah kerusuhan
Kejadian itu langsung memicu amarah warga dan menyulut bentrokan antara komunitas Muslim dan Buddha.
Pihak berwenang memberlakukan jam malam selama dua hari terakhir. Jalan-jalan di Meiktila tampak lengang karena warga takut untuk keluar rumah.
Rumah-rumah warga Muslim dan sejumlah masjid dibakar oleh warga yang marah.
Sementara itu seorang pejabat PBB mengatakan pihak berwenang Burma harus mampu mencegah kerusuhan agar tidak menelan korban lebih banyak.
"Para pemuka agama dan pemuka masyarakat juga harus meminta kepada masyarakat secara terbuka agar mereka meninggalkan kekerasan, mematuhi undang-undang dan mempromosikan perdamaian," kata Vijay Nambiar, penasehat khusus Sekjen PBB.









