Azerbaijan bebaskan puluhan 'tahanan politik'

Unjuk rasa di Baku, Azerbaijan.
Keterangan gambar, Pemerintah Azerbaijan dikritik komunitas internasional bertindak membungkam oposisi.

Sekitar 80 tahanan politik Azerbaijan bebas dari penjara setelah mendapat pengampunan dari Presiden Ilham Aliyev.

Para tahanan yang dibebaskan itu mencakup wartawan, pembela hak asasi manusia, maupun pegiat kelompok oposisi

Salah seorang yang mendapat pengampunan itu adalah Aidyn Janiyev, seorang wartawan dair koran oposisi yang diganjar tiga tahun penjara pada November 2011.

Termasuk juga beberapa pegiat hak asasi yang menggelar aksi unjuk rasa menentang larangan bagi siswa perempuan Islam untuk mengenakan kerudung di sekolah.

Pemerintah Azerbaijan membantah mereka sebagai tahanan politik, seperti yang disebutkan oleh sebuah laporan pengamat hak asasi Dewan Eropa.

Bagaimanapun para pegiat setempat mengatakan masih banyak orang yang tetap ditahan karena mengungkapkan pendapatnya, seperti seorang wartawan tekemuka dan pembela hak asasi, Hilal Mamedov.

Pemerintahan Presiden Ilham Aliyev dituduh oleh masyarakat internasional dan lembaga hak asasi manusia, Human Right Watch, bertindak semena-mena untuk membungkam kaum oposisi dengan memenjarakan orang-orang yang berbeda pendapat dengan penguasa.

Awal Desember, aparat keamanan Azerbaijan, dilaporkan menangkap beberapa pengunjuk rasa di ibukota Baku yang menuntut agar Presiden Ilham Aliyev mengundurkan diri.

Namun pemerintah Azerbaijan membantah tuduhan itu dan menegaskan diri sebagai negara yang bebas dan demokratis.