Gempa susulan hambat pencarian korban gempa Iran

Sumber gambar, AFP
Tim penyelamat di Iran terus mencari korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan akibat dua gempa kuat yang melanda Tabriz dan Ahar.
Gempa dengan kekuatan 6,4 dan 6,3 skala richter tersebut hingga saat ini telah menyebabkan 250 orang tewas dan 2.000 lainya luka-luka.
Kebanyakan korban berasal dari pedesaan terpencil.
Ribuan warga juga kini menghabiskan malam di tempat penampungan sementara atau di lapangan terbuka.
Sejumlah badan bantuan menyediakan para pengungsi dengan tenda, roti dan air minuman.
Pasca gempa Sabtu (11/08) sekitar pukul 16:53 waktu setempat, sudah ada lebih dari 55 gempa susulan.
Wartawan BBC Mohsen Asgari, di ibukota Teheran melaporkan gempa susulan menjadi penghalang dalam upaya penyelamatan, selain faktor sambungan komunikasi yang terputus.
'Kuburan massal'
Jumlah korban diperkirakan akan meningkat. Kota Haris dan Varzaqan di Azerbaijan Timur di kawasan barat laut Iran merupakan daerah terparah.
Wakil Meteri Dalam Negeri Iran Hassan Ghadami kepada kantor berita Iran Fars mengatakan sekitar 110 desa rusak akibat gempa.
TV nasional menyatakan setidaknya enam desa rata dengan tanah, dengan 60 desa lainnya mengalami kerusakan 50% hingga 80%.
"Desa tersebut menjadi kuburan massal,'' kata Alireza Haidaree, yang telah mencari korban selamat di kediamannya di Baje Baj.
"Ada banyak desa lainnya yang rusak sepenuhnya,'' katanya kepada AFP.









