PBB akan mengkaji dampak banjir di Korea Utara

Sumber gambar, AFP
Sebuah Tim PBB akan mengunjungi kawasan yang paling parah dilanda banjir di Korea Utara untuk mengkaji dampak banjir tersebut.
Puluhan orang orang tewas akibat badai yang melanda beberapa kawasan di Korea Utara.
Tim PBB tersebut rencananya akan mengkaji situasi di dua kawasan yang paling parah untuk melihat bantuan yang dibutuhkan.
Dalam pernyataannya, PBB mengatakan tim mereka akan berkunjung ke Provinsi Pyongan Selatan dan Kangwon.
Korea Utara mengumumkan Sabtu pekan lalu (28/07) sedikitnya 88 tewas sepanjang periode 18-25 Juli dan lebih dari 60.000 terpaksa mengungsi dari rumahnya.
Hujan lebat akan turun
Sementara itu media resmi mengatakan diperkirakan hujan lebat masih akan turun lebih banyak lagi sehingga banjir akan melanda sungai maupun bendungan.
Gambar-gambar dari Anju, di Provinsi Pyongan Selatan, yang dikeluarkan stasiun TV KCNA memperlihatkan rumah-rumah yang terendam dan juga tanah pertanian sementara orang-orang mengungsi ke lantai atas gedung bertingkat.
Wakil Ketua Komite Rakyat Anju, Kim Kwang-dok, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa banjir yang melanda Anju merupakan yang terburuk sepanjang sejarah kota itu.
Korea Utara tergantung pada bantuan pangan karena tidak memiliki bahan pangan yang cukup untuk warganya. Negara ini dilanda ancaman kelaparan pada tahun 1990-an dan menewaskan ratusan ribu orang.









