PM Libia sebut penyerang sebagai bandit

PM Abdurrahim al-Keib menghentikan sementara waktu imbalan bagi pejuang revolusi karena dugaan penipuan.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, PM Abdurrahim al-Keib menghentikan sementara waktu imbalan bagi pejuang revolusi karena dugaan penipuan.

Perdana Menteri Libia Abdurrahim al-Keib mencap lelaki bersenjata yang menyerang kantornya di Tripoli sebagai ''bandit''.

Dalam sebuah pidato yang ditayangkan di televisi dia mengatakan para penyerang tersebut ''berpura-pura'' menjadi pejuang pemberontak untuk meminta uang yang ditawarkan sebagai imbalan karena membantu menggulingkan Gaddafi.

"Sore ini, bangunan dewan menteri diserang oleh bandit bersenjata yang berpura-pura sebagai revolusioner, tetapi mereka bukan,'' kata Keib.

"Para bandit ini mengklaim penyerangan dilakukan untuk mendapatkan sejumlah uang yang dialokasikan sebagai imbalan bagi pejuang revolusi sesungguhnya.''

Dia menambahkan: ''Disaat pemerintah menegaskan untuk memenuhi janjinya, juga mengumumkan bahwa kami tidak akan menyerah terhadap pemerasan atau para bandit dan tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman.''

Satu penjaga keamanan tewas ketika 200 lelaki bersenjata menyerang kantor perdana menteri, beberapa diantaranya menyerang dengan mortir dan memaksa masuk bangunan.

Tiga anggota pasukan keamanan dan salah satu pria bersenjata juga mengalami luka-luka dalam baku tembak, demikian penjelasan petugas keamanan Tripoli Khaled Besher.

Sekitar 14 penyerang juga telah ditangkap, tambahnya.

Mereka akhirnya dipukul mundur oleh pasukan keamanan.

Pelontar granat

Juru bicara pemerintah Nasser al-Manaa mengatakan sekelompok pendemo sebelumnya berkumpul di luar kantor perdana menteri, Selasa pagi.

Menjelang siang, kerumunan massa bertambah hingga 200 orang termasuk lelaki bersenjata dari kawasan barat Yafran yang didukung oleh sekitar 50 truk yang dilengkapi roket anti serangan udara dan pelontar granat.

Yafran adalah kota yang berisi etnis minoritas Berber, terletak sekitar 100km barat daya Tripoli.

Para pendemo awalnya mengungkapkan keluhan mereka tetapi kemudian lelaki bersenjata memaksa masuk ke dalam gedung dan menembakkan senjata, kata Manaa.

Kebanyakan orang yang berada di dalam gedung langsung menyelamatkan diri, termasuk menteri keuangan dan wakil perdana menteri.

Pemerintah sementara Libia dalam beberapa bulan terakhir sempat memberi uang imbalan bagi para mantan pejuang pemberontak, tetapi skema ini dihentikan bulan lalu ditengah-tengah dugaan penipuan, yang menyebabkan kemarahan dari sejumlah kelompok.

Pemerintah Libia juga tengah mendorong ribuan anggota milisi yang mengangkat senjata melawan Kolonel Gaddafi untuk segera dilucuti, ditengah kekhawatiran atas stabilitas keamanan.

Bagaimanapun wartawan BBC melaporkan respon keras atas serangan menunjukkan peningkatan kekuatan di lembaga pemerintah pasca rezim Gaddafi.

Libia dijadwalkan menggelar pemilu parlemen pada Juni mendatang, sebuah pemilihan nasional pertama setelah empat dekade.