Ekonomi Cina melambat

Perekonomian Cina melambat di saat pemerintah mencoba kebijakan untuk mengontrol inflasi.
Pertumbuhan ekonomi Cina mencapai 9,1% dalam tiga bulan hingga akhir September atau turun dari 9,5% pada kuartal sebelumnya.
Data ini mengemuka di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi AS dan krisis ekonomi Eropa mungkin mempengaruhi ekonomi Cina.
Saat ini Cina adalah ekonomi terbesar kedua di dunia.
Dalam sebuah pernyataan Biro Statistik Cina menyatakan "ekonomi nasional secara umum membawa pertumbuhan yang baik bagi negara dan terus maju ke arah makro ekonomi yang diharapkan''.
Kebijakan pengetatan
Cina dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang kuat. Tetapi ekspansi yang cepat ini menyebabkan tingkat inflasi yang tinggi diatas target bank sentral.
Selain itu juga timbul kekhawatiran adanya formasi gelembung aset.
Pemerintah Cina saat ini telah mencoba menahan laju inflasi dan lonjakan harga properti dengan memperketat pasar kredit.
Bank sentral telah meningkatkan suku bunga acuan lima kali dalam beberapa tahun terakhir dan juga meningkatkan cadangan rasio bank, kemudian mengurangi jumlah uang yang bisa dipinjam.
Analis mengatakan disaat kebijakan ini bisa mengurangi lonjakan harga, mereka menurunkan pertumbuhan.
"Kami melihat adanya penurunan yang bear sepanjang tahun,'' kata Alistair Thornton, analis dari IHS Global Insight.
"Kebijakan pengetatan yang mereka lakukan selama beberapa tahun telah berhasil, tetapi pertumbuhan menurun sebagai konsekuensinya,'' kata Thornton.
Kekhawatiran pertumbuhan
Data BPS Cina menunjukkan pengeluaran pabrik di Cina tumbuh 18% di bulan September dari setahun sebelumnya.
Meski angka ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya, analis memperkirakan ekspor Cina mungkin akan menurun mengikuti pelambatan ekonomi dalam beberapa bulan ke depan.Ada kekhawatiran krisis utang di Eropa mungkin mempengaruhi permintaan konsumen.
Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat Uni Eropa merupakan pembeli terbesar barang-barang Cina, dengan pasar sebesar US$380 miliar di tahun 2010.
Kekhawatiran ini juga terlihat dari data pertumbuhan ekspor pekan lalu yang melemah menjadi 17,1% di bulan September, turun dari 24,5% di bulan sebelumnya.
Meski ada kekhawatiran dari sisi ekspor, tetapi sepertinta ekonomi Cina masih akan dibantu oleh permintaan domestik.









