Tiga perempuan meraih Nobel Perdamaian

Sumber gambar, REUTERSLucas JacksonFiles
Hadiah Nobel Perdamaian 2011 diberikan kepada tiga orang perempuan, Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, dan Leymah Gbowee dari Liberia dan seorang perempuan asal Yaman, Tawakkul Karman.
Mereka mendapat hadiah bergengsi itu karena perjuangan tanpa kekerasan untuk keselamatan perempuan serta hak perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam upaya membangun perdamaian.
Ellen Johnson Sirleaf merupakan presiden perempuan pertama di Afrika, sementara Leymah Gbowee adalah seorang pegiat perempuan sedangkan Tawakkul Karman adalah tokoh utama dalam gerakan prodemokrasi.
Sirleaf mencalonkan diri lagi sebagai presiden untuk masa jabatan kedua dan hadiah Nobel ini diperkirakan akan menggenjot reputasinya.
Saat mengumumkan ketiga pemenang itu di Oslo, Ketua Komite Nobel, Thorbjoern Jagland mengatakan, "Kita tidak bisa mencapai demokrasi dan perdamaian yang abadi di dunia kecuali perempuan memiliki kesempatan dengan pria dalam mempengaruhi pembangunan di semua tingkatan masyarakat."
Ketiga perempuan itu akan berbagi hadiah US$1,5 juta atau sekitar Rp15 miliar.
Untuk wanita Afrika
Leymah Gbowee mengatakan penghargaan itu adalah untuk perempuan Afrika.
"Nobel ini adalah untuk wanita Afrika...Untuk wanita secara umum namun khususnya untuk perempuan Afrika," kata Gbowee kepada kantor berita AFP.
Gbowee mendirikan organisasi Wanita, Perdamaian dan Keamanan Afrika, yang berkantor di Ghana.
"Hadiah Nobel ini mengakui upaya kami...kami dapat melebarkan sayap kami di seluruh dunia karena kami sekarang memiliki bintang," kata Gbowee.
Kanselir Jerman Angela Merkel, yang dianggap sebagai wanita terkuat di dunia menyebut keputusan pemberian Nobel kepada tiga perempuan itu "keputusan bijak."
"Wanita adalah harapan besar untuk perdamaian dunia, bukan hanya di kawasan ini namun di semua tempat," kata juru bicara Merkel, Steffen Seibert.
"Di seluruh dunia, ada banyak wanita pemberani yang berupaya menegakkan hak dan kebebasan mereka," tambahnya.









